Menampilkan postingan dengan label "palestina"
Kemerdekaan untuk Semua: Dongeng Ahmad Anak Palestina Sentuh Hati Siswa MI Al Amanah
Eliyah 16/08/2025
Depok, (15/8) — Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Al Kisah bersama LAZ Al Azhar menghadirkan dongeng inspiratif bertema perjuangan di MI Unggulan Al Amanah Bedahan, Depok. Acara bertajuk Spesial Hari Merdeka ini diikuti sekitar 433 siswa, guru, dan staf sekolah.
Surat Wasiat Terakhir Anas Al-Syarif: Israel Telah Membunuh Saya
Risdawati 12/08/2025
Koresponden Al-Jazeera, Anas Jamal Al-Syarif, gugur sebagai syuhada pada Minggu malam waktu setempat. Ia meninggalkan pesan wasiat yang menyayat hati bagi semua yang mengenalnya. Surat itu ia tulis pada April tahun ini, dan dipublikasikan oleh timnya di platform X (Twitter) tak lama setelah kepergiannya.
Segenggam Nasi, Selembar Nyawa: Gaza dan Harga Sebuah Hidup
Risdawati 01/08/2025
Senyum polos Amir merekah saat ia berhasil mendapatkan segenggam nasi dan kacang lentil yang ia pungut dari tanah. Namun, sebelum sempat menikmatinya, peluru tentara Israel merenggut hidupnya. Kisah yang memilukan ini diceritakan oleh mantan tentara Amerika Serikat, Anthony Aguilar. Ia bertugas di pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza, pusat bantuan ini dikelola oleh Yayasan Kemanusian Gaza atau dikenal juga dengan GHF (Gaza Humanitarian Foundation) yang didukung oleh AS dan Israel di daerah Tel Sultan sebelah barat Rafah.
Israel Serbu Kapal Kemanusiaan: 21 Aktivis Diculik, Bantuan Disita
Risdawati 29/07/2025
Koalisi Armada Kebebasan mengonfirmasi bahwa kapal bantuan kemanusiaan Handala telah dicegat secara ilegal oleh pasukan Israel di perairan internasional, sekitar 40 mil laut dari pantai Gaza. Insiden ini terjadi pada Rabu malam, 23 Juli 2025, pukul 23.43 waktu Palestina.
Walaa al-Jaabari: Jurnalis yang Dibom Bersama Bayi di Rahimnya
Risdawati 28/07/2025
Pada Rabu, 23 Juli 2025, langit Tel Al-Hawa, Kota Gaza, kembali menghitam. Bukan oleh awan, tetapi oleh kepulan asap dan reruntuhan yang menyelimuti puing-puing kehidupan. Di antara yang hancur dalam sekejap, nama Walaa al-Jaabari tercatat sebagai satu lagi nyala keberanian yang dipadamkan. Walaa, jurnalis perempuan Palestina yang tengah mengandung, syahid bersama seluruh keluarganya dalam serangan udara brutal yang dilancarkan oleh Israel.
Solidaritas Anak-anak Yordania: Ketika Rasa Lapar Menjadi Bahasa Perlawanan
Risdawati 25/07/2025
Sebuah adegan yang sarat simbolisme dan dipenuhi sentimen polos tergambar dari puluhan anak yang berdiri di balik pagar besi, sambil memukul panci dan alat makan yang berbahan logam. Denting-denting itu bukan sekadar bunyi, itu adalah jeritan diam untuk Gaza, sebuah bentuk solidaritas polos yang datang dari hati yang belum tercemar. Aksi ini berlangsung pada Senin malam di kawasan Al-Tafayleh, pusat Kota Amman, Yordania.
Israel Menculik Dr. Marwan Al-Hams, Saat Bertugas di Gaza Selatan
Risdawati 24/07/2025
Apa yang tersisa dari kemanusiaan ketika seorang dokter yang mengabdikan hidupnya untuk menyelamatkan nyawa justru dijadikan target? Penculikan Dr. Marwan Al-Hams oleh otoritas Israel bukan hanya sekadar tindakan represif, melainkan simbol nyata dari krisis kemanusiaan yang terus memburuk di wilayah Gaza. Dunia internasional kini kembali dihadapkan pada pertanyaan mendasar: sampai kapan pelanggaran terhadap warga sipil termasuk tenaga medis akan terus dibiarkan?
Perut Kosong di Gaza Bersuara Lebih Nyaring dari Bom!
Eliyah 21/07/2025
Jakarta, (21/07) – Di tengah reruntuhan Gaza, dentuman bom bukan lagi jadi teror paling menakutkan, melainkan jeritan dari perut-perut yang kosong. Kelaparan kini merenggut nyawa lebih cepat dari peluru, dan harapan pun menjadi lebih rapuh dari bangunan yang runtuh. Menurut laporan Al Jazeera, sebanyak 79 orang tewas di Gaza utara, dekat perlintasan Zikim saat menunggu truk bantuan PBB pada Minggu, 20 Juli 2025.
Darah dan Air Mata di Gaza: Anak-anak yang Dilupakan Dunia
Risdawati 18/07/2025
Banyak anak-anak yang terluka harus bertahan dengan infeksi, amputasi darurat tanpa anestesi, atau trauma psikologis tanpa dukungan. Kekurangan obat-obatan dasar seperti antibiotik, pereda nyeri, dan vaksin ikut memperparah situasi. Menjadikan kondisi mereka sebagai potret nyata dari krisis kemanusiaan yang mengiris nurani.
Dokter Hussam Abu Safiya Disiksa di Tahanan Israel
Risdawati 16/07/2025
Pada 24 Juni 2025, ia dipukuli secara brutal di area tulang rusuk durasi pemukulan tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Luka lain juga ia dapatkan di area wajah yang memar parah, kepala, punggung dan leher. Tidak hanya itu Abu Safiya pun menderita detak jantung yang tidak teratur, namun otoritas penjajah menolak memberinya obat, perawatan, bahkan hak untuk diperiksa oleh dokter spesialis jantung meskipun kondisinya sangat mengancam nyawa.