Menampilkan postingan dengan label "ikhlas"
Meneladani Kebiasaan Sedekah Rasulullah saw
Risdawati 05/02/2026
Bagi banyak orang, sedekah bukan soal niat, melainkan soal keberanian. Niat sudah ada, tetapi tangan kerap tertahan oleh pikiran: "bagaimana kalau nanti kurang?" "bagaimana kalau kebutuhan mendesak?" Kekhawatiran ini membuat sedekah terasa seperti beban, bukan kebahagiaan. Kita menunda, menunggu cukup, menunggu aman, padahal rasa cukup itu sering kali tak pernah benar-benar datang.
Ketika Sedekah Mendatangkan Rezeki Berlipat: Kisah Abdurrahman bin Auf
Nurul Aisyahra 23/01/2026
Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat Rasulullah saw yang kaya raya namun sangat takut akan beratnya hisab harta di akhirat. Kesadarannya terhadap sabda dan doa Rasulullah saw tentang amanah kekayaan mendorongnya untuk bersedekah secara besar-besaran, bahkan berharap menjadi miskin agar hisabnya diringankan. Puncaknya, ia membeli seluruh kurma busuk milik penduduk Madinah dengan harga normal hingga hartanya habis. Namun Allah Swt membalas keikhlasannya dengan rezeki berlipat melalui peristiwa tak terduga, sehingga kisah ini menjadi teladan bahwa sedekah yang tulus tidak akan mengurangi harta, justru mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar.
Berbagi Kebaikan atau Mencari Pengakuan di Media Sosial?
Risdawati 11/12/2025
Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi jendela bagi banyak orang, termasuk umat Muslim. Melalui platform ini, kita dapat berbagi cerita, emosi, kebaikan, maupun keresahan. Namun, ketika jari kita menekan tombol “bagikan”, sudahkah kita memastikan bahwa niat kita benar-benar ikhlas? Ataukah tanpa sadar kita hanya mencari pengakuan, validasi, atau sekadar perhatian dari orang lain?
Saat Keberadaanmu Tak Lagi Dihargai
Risdawati 06/11/2025
Ada masa ketika kamu telah memberi segalanya seperti perhatian, waktu, bahkan hatimu, namun tetap terasa seolah keberadaanmu tak berarti. Perlahan kamu mulai bertanya, “Apakah aku memang tidak cukup?” Padahal sering kali, bukan kamu yang kurang, melainkan tempat itu yang tak mampu menghargai kehadiranmu. Dan mungkin, saatnya kamu belajar melepaskan, bukan memaksa untuk tetap bertahan.
Ketika Perpisahan Mengajarkan Cinta yang Lebih Dalam
Risdawati 08/10/2025
Perceraian kerap dianggap menyakitkan, tidak hanya bagi suami istri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Namun dalam Islam, perceraian adalah jalan terakhir ketika pernikahan tidak bisa dipertahankan.
Lelah yang Disukai Allah dan Rasul
Risdawati 14/09/2025
Merasakan lelah adalah hal yang manusiawi. Setiap hari kita mengalaminya, entah setelah bekerja, berolahraga, membersihkan rumah, atau merawat anak. Namun, tahukah kamu bahwa ada lelah yang justru disukai oleh Allah dan Rasul-Nya? Lelah yang tidak sekadar melelahkan tubuh, tetapi justru mendatangkan pahala dan keberkahan. Dalam kelelahan itu, Allah menghadiahkan ketenangan dan balasan yang luar biasa.
Dari Tangis Menjadi Senyum: Angelina Sondakh Bagikan Kisah Hijrahnya di Islamic Sharing Session Al Azhar
Sigit Nugroho 25/08/2025
Di balik setiap air mata, selalu ada pelajaran berharga tentang kekuatan, kesabaran, dan keteguhan iman. Itulah yang hadir dalam Islamic Sharing Session Forkom Jam’iyyah Al Azhar Kebayoran Baru dengan tema “Aku Hijrah, Aku Kuat, Aku Bangkit” subtema “Mengukir Senyum di Balik Tangis.” Menghadirkan sosok Angelina Sondakh, acara ini mengupas perjalanan spiritual penuh ujian: kehilangan, kesepian, hingga pergulatan batin, yang justru mengantarkan dirinya pada cahaya hidayah dan keteguhan hati sebagai seorang muslimah. Lebih dari sekadar kisah pribadi, momen ini menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus yakin pada ketentuan Allah, menemukan kekuatan dalam kesabaran, dan bangkit menapaki jalan hijrah dengan penuh harapan.
Ketika Takwa Menjadi Perhiasan Terindah Seorang Wanita
Risdawati 14/08/2025
Wanita salihah bukan hanya sebuah gelar yang disematkan dengan mudah. Ia lahir dari proses panjang yang membentuk keimanan, menjaga akhlak dan terus memperbaiki diri. Ia bukan wanita yang sempurna, tetapi setiap harinya ia belajar untuk lebih taat. Ia bukan yang paling fasih bicara, namun hatinya lembut dalam mengingat Allah.