Islam Itu Mudah, Kita Aja yang Ribet!

Islam Itu Mudah, Kita Aja yang Ribet!


Risdawati
29/08/2025
4 VIEWS
SHARE

Sering nggak sih kita dengar orang bilang, “Ah, Islam itu ribet banget aturannya.” Padahal kalau dipikir-pikir, justru Islam itu dibuat simpel banget. Yang bikin ribet tuh biasanya… ya kita sendiri. Kadang terlalu kaku, kadang nggak mau belajar, atau malah ikut-ikutan standar orang lain. Padahal, sejak awal Allah udah kasih clue, agama ini datang buat memudahkan, bukan nyusahin. Jadi sebenarnya, kalau kita paham esensinya, hidup dengan Islam itu kayak punya panduan yang bikin langkah lebih ringan, hati lebih tenang, dan hidup jadi jauh lebih gampang.

Salah satu ciri utama Islam adalah kemudahannya. Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Rasulullah saw juga bersabda:

“Sesungguhnya agama itu mudah. Dan selamanya agama tidak akan memberatkan seseorang melainkan memudahkannya…”

Ini menunjukkan bahwa prinsip dasar dalam Islam adalah yusr (kemudahan), bukan menyulitkan (al-‘usri). 

Baca Juga: Kisah Orang yang Beribadah Selama 500 Tahun Belum Dijamin Masuk Surga

Sebagai bukti penerapan dari ayat dan hadis di atas, Allah telah banyak menurunkan rukhshah (dispensasi) dalam praktik ibadah. Contohnya, kebolehan berbuka puasa bagi orang sakit atau orang yang sedang bepergian jauh di bulan Ramadan. Salat pun boleh dilaksanakan sambil duduk apabila tidak mampu berdiri, dan masih banyak rukhshah lainnya.

Lalu pertanyaannya, bagaimana kalau ada orang yang mengatakan agama Islam itu ribet?

Setidaknya ada beberapa kemungkinan dari seseorang yang beranggapan seperti itu:

1. Kurangnya pengetahuan tentang Islam, mereka tidak belajar Al-Quran dan sunah yang sahih menurut pemahaman sahabat dan tidak mau menuntut ilmu syar’i.

2. Mengikuti hawa nafsu, orang yang mengikuti hawa nafsu hanya akan menganggap mudah apa-apa yang sesuai dengan hawa nafsunya.

3. Banyak berbuat dosa dan maksiat, sebab dosa dan maksiat menghalangi seseorang untuk berbuat kebajikan dan selalu merasa berat untuk melakukannya.

Baca Juga: We Listen, We Don’t Judge (Perspektif Islam dalam Berinteraksi)

4. Mengikuti agama nenek moyang dan mengikuti banyaknya pendapat orang. Jika ia mengikuti Al-Quran dan sunah, niscaya ia akan mendapat hidayah dan Allah Swt akan memudahkan ia dalam menjalankan agamanya.

5. Takut berjihad sehingga berpaling, contohnya ia berat mengeluarkan infak dan sedekah.

Ciri seorang hamba yang dimudahkan oleh Allah Swt dalam melaksanakan agamanya, tercantum dalam Syarah Riyadh al-Shalihin berikut:

“Kamu akan menemukan orang mukmin yang dadanya dilapangkan Allah untuk menampung (nilai-nilai) Islam. Ia salat dengan nyaman, tenang, lapang dada, dan penuh kecintaan kepada salat. Demikian pula dalam berzakat, berpuasa, menunaikan ibadah haji, dan beramal kebajikan lainnya. Dan semua itu dilakukannya dengan mudah, bahkan sangat mudah.” (Syarah Riyadh al-Shalihin, Juz 2, hal. 100).

Jadi, kalau dipikir-pikir, Islam memang nggak pernah bikin hidup ribet. Justru aturan-aturannya datang untuk memudahkan, menjaga, dan menenangkan. Tapi sering kali, kitanya sendiri yang memperumit terlalu kaku, kurang memahami, atau ikut-ikutan standar sosial yang nggak selalu sesuai. Padahal, selama kita luruskan niat dan kembali ke ajaran yang murni, Islam selalu memberi ruang. Yuk, kembali ke esensi agama ini: sederhana, penuh rahmat, dan memudahkan, bukan menyulitkan!


Yuk! Zakat, infak, dan sedekah bersama LAZ Al Azhar. Hadirkan kebahagiaan dan kebermanfaatan yang lebih luas. Klik di sini.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA