Udan Buldani adalah sosok yang tumbuh dan besar bersama tanah. Lahir di Cianjur pada 23 Maret 1966, ia telah mengakrabkan diri dengan dunia pertanian sejak masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Baginya, bertani bukan sekadar profesi untuk menyambung hidup, melainkan napas dan ritme perjalanan yang ia tekuni dengan penuh ketulusan.
Di sela kesibukannya mengelola sawah, Udan juga merambah pertanian hortikultura dengan menanam timun dan kacang panjang demi menopang ekonomi keluarga. Perjalanan hidupnya sempat berwarna saat ia memutuskan menjadi buruh paving blok selama lima tahun. Namun, panggilan alam membawanya kembali ke sawah. Meski kini ia masih harus bergelut dengan tantangan klasik berupa keterbatasan pengairan, semangatnya tidak pernah surut.
Sosok Pemimpin di Tengah Masyarakat
Selain dikenal sebagai petani ulet, Udan merupakan tokoh masyarakat yang memiliki jiwa pengabdian tinggi. Kepercayaan warga terhadapnya terbukti lewat masa jabatan sebagai Ketua RT di Kampung Pasircau selama 15 tahun (2000–2015). Tak berhenti di sana, pengabdiannya berlanjut hingga kini sebagai Ketua RW 03 sejak 2015.
Keterlibatannya dalam aksi sosial semakin mengakar kuat saat ia bergabung dengan Saung Ilmu Kampung Perubahan dan KSM Sukawangi Sehati. Udan telah mengawal program ini sejak tahap sosialisasi awal oleh LAZ Al Azhar, bahkan jauh sebelum bangunan fisik Saung Ilmu berdiri. Atas dedikasinya, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Saung Ilmu, sebuah wadah yang ia gerakkan untuk mengajak masyarakat belajar, berkembang, dan berdaya bersama.
Mandiri Melalui Rumah Pembiayaan Pertanian
Langkah Udan dalam bertani kian mantap setelah menjadi penerima manfaat program Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP) dengan akad Bai Salam. Program ini memberikan solusi nyata atas kendala permodalan yang sering menghantui petani kecil.
Melalui akses pembiayaan terakhir senilai Rp2,5 juta, atau setara dengan 500 kg gabah, Udan mampu mengelola lahannya dengan lebih optimal. Kewajiban tersebut pun telah ia tunaikan seluruhnya dalam bentuk gabah saat panen tiba. RPP tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi keberlanjutan usaha tani dan ketahanan ekonomi keluarganya.
Dengan penuh rasa syukur, Udan menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur dan LAZ Al Azhar. Ia berharap program ini terus meluas dan membawa keberkahan, menjadi jembatan bagi kemandirian serta kesejahteraan masyarakat tani di wilayahnya.