Mengapa Rasulullah Menganjurkan Puasa Ayyamul Bidh?

Mengapa Rasulullah Menganjurkan Puasa Ayyamul Bidh?


Risdawati
01/07/2026
11 VIEWS
SHARE

Setiap pertengahan bulan Hijriah, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunah Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15. Di tengah banyaknya amalan sunah yang dapat dikerjakan, Rasulullah saw justru memberikan perhatian khusus pada puasa tiga hari setiap bulan ini. Bahkan, beliau tidak hanya mengamalkannya, tetapi juga berpesan kepada para sahabat agar menjaganya.

Lantas, mengapa puasa Ayyamul Bidh begitu dianjurkan? Apa yang membuat amalan yang hanya berlangsung tiga hari ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam?

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Amalan ini menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan Rasulullah saw dan dapat dikerjakan setiap bulan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Mengapa Rasulullah Menganjurkannya?

Rasulullah saw tidak hanya mengamalkan puasa ini, tetapi juga berpesan kepada para sahabat untuk menjaganya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan:

“Kekasihku (Rasulullah saw) berwasiat kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, salat duha dua rakaat, dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan merupakan amalan yang layak dijaga secara rutin. Selain ringan dikerjakan, Rasulullah saw juga menjelaskan bahwa puasa tersebut bernilai seperti berpuasa sepanjang tahun.

Mengapa Disebut Ayyamul Bidh?

Secara bahasa, Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”. Nama ini merujuk pada malam tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah yang diterangi cahaya bulan purnama sehingga tampak lebih terang dibandingkan malam-malam lainnya.

Rasulullah saw juga menganjurkan agar puasa sunah tiga hari setiap bulan dilaksanakan pada tanggal tersebut, sebagaimana sabdanya kepada Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu:

“Jika engkau berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. At-Tirmidzi, hadis hasan).

Hikmah Puasa Ayyamul Bidh

Di balik kesederhanaannya, puasa Ayyamul Bidh mengajarkan pentingnya istikamah dalam beribadah. Amalan ini melatih kesabaran, membantu mengendalikan hawa nafsu, sekaligus menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan.

Keutamaannya juga berkaitan dengan pahala yang Allah lipatgandakan. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, sehingga puasa tiga hari setiap bulan bernilai seperti berpuasa selama sebulan. Jika dilakukan sepanjang tahun, pahalanya seperti berpuasa setahun penuh.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026

Berdasarkan kalender Hijriah, puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada:

a. Selasa, 28 Juli 2026 (13 Safar 1448 H)

b. Rabu, 29 Juli 2026 (14 Safar 1448 H)

c. Kamis, 30 Juli 2026 (15 Safar 1448 H)

Jadwal tersebut dapat berubah mengikuti hasil rukyatul hilal dan penetapan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama RI.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyaamil bidh sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Puasa Ayyamul Bidh mengajarkan bahwa amalan yang dicintai Allah Swt tidak selalu harus berat. Dengan menjaga puasa tiga hari setiap bulan secara istikamah, seorang muslim dapat meneladani sunah Rasulullah saw sekaligus membiasakan diri untuk terus mendekatkan diri kepada Allah sepanjang tahun.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA