Jakarta, (26/6) – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar bersama Prudential Syariah meluncurkan Program Satu Inspirasi Generasi Berdampak (SIGAP) di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026). Program ini merupakan upaya pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, serta menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui program ini, peserta akan mengikuti delapan sesi pelatihan yang dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama dua tahun. Pembinaan yang diberikan mencakup aspek teknis usaha, manajemen, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pembentukan akhlak dan karakter Islami agar peserta mampu menjadi wirausahawan yang amanah, mandiri, dan berdaya saing.
Peluncuran program ini dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, Direktur Utama LAZWaf Al Azhar Drs. Ali Subekhan, M.A., Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar K.H. Tatang Komara, M.A., Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama, Chief Sharia Agency Officer Prudential Syariah Nazrul Namizan, serta Head of Marketing, Customer and Corporate Communication Prudential Syariah Adhi Nugraha Sugiharto.
Sementara itu, kolaborasi ini dilatarbelakangi oleh peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja nasional. Namun, tidak sedikit pelaku UMKM yang masih bertahan di level usaha mikro karena menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas usaha, akses pasar, pengelolaan keuangan, hingga minimnya ekosistem pendukung.
Karena itu, LAZ Al Azhar dan Prudential Syariah hadir tidak hanya membantu masyarakat memulai usaha, tetapi juga berupaya mendorong pelaku usahanya. Kolaborasi melalui Program SIGAP ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat upaya tersebut.
Dalam sambutannya, Direktur Utama LAZWaf Al Azhar, Drs. Ali Subekhan, M.A., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Prudential Syariah dalam menghadirkan program pemberdayaan bagi generasi muda dan pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, pada hari ini, di Jumat yang penuh berkah, kita kembali berkolaborasi dalam kebaikan bersama Prudential Syariah. Melalui Program SIGAP ini, kami berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dan mandiri melalui edukasi, pendidikan, serta pelatihan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Prudential Syariah atas kolaborasi dan kerja sama yang telah terjalin.” ujarnya.
Menurut Ali, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki karakter Islami dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, K.H. Tatang Komara, M.A., menyambut baik pelaksanaan Program SIGAP. Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lain dalam mengembangkan kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
“Kami merasa senang karena pada hari yang penuh berkah ini mendapatkan edukasi, khususnya di bidang kewirausahaan. Semoga program ini menjadi percontohan bagi masjid-masjid lain yang memiliki kegiatan usaha serta membawa keberkahan dan manfaat bagi umat.” katanya.
Sementara itu, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan Program SIGAP lahir sebagai bentuk komitmen Prudential Syariah dalam mendukung generasi muda dan pelaku UMKM agar memiliki keterampilan, perlindungan, serta peluang untuk berkembang.
Ia menjelaskan, hasil riset menunjukkan sekitar 60 persen anak muda mengaku belum memiliki modal yang memadai untuk memulai usaha, sementara 41 persen masih bingung menentukan langkah yang akan diambil. Di sisi lain, sekitar 60 persen produk domestik bruto (PDB) nasional berasal dari sektor UMKM yang menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha perlu dibarengi dengan pembangunan jejaring yang kuat agar mampu menciptakan dampak yang lebih besar.
“Karena itu, memiliki keterampilan dan pengetahuan saja tidak cukup tanpa networking. Melalui program ini kami ingin membangun komunitas yang saling menguatkan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas. Bersama LAZ Al Azhar, kami berharap program ini dapat menghadirkan kemandirian, keberkahan, dan turut memperkuat perekonomian Indonesia.” ungkap Vivin.
Untuk mendukung tujuan tersebut, peserta akan memperoleh delapan materi pelatihan yang meliputi keterampilan barista, perencanaan usaha, pemasaran, pelayanan pelanggan, manajemen keuangan, pelatihan kewirausahaan, akhlak dalam berwirausaha, hingga Demo Day dan wisuda Program SIGAP. Seluruh rangkaian pelatihan akan dilanjutkan dengan pendampingan selama dua tahun guna memastikan peserta mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Peluncuran Program SIGAP ditandai dengan seremoni penaburan pasir ke atas papan bertuliskan nama program sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara LAZWaf Al Azhar dan Prudential Syariah. Seremoni tersebut menjadi penanda komitmen kedua lembaga dalam membangun fondasi yang kokoh bagi lahirnya pelaku UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun perekonomian Indonesia