Menanam Amanah, Menuai Istikamah: Kisah Mang Dabik dari Sukawangi

Menanam Amanah, Menuai Istikamah: Kisah Mang Dabik dari Sukawangi


Risdawati
08/04/2026
11 VIEWS
SHARE

Dedi, atau yang akrab disapa Mang Dabik, bukan sekadar petani. Ia adalah pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP) sekaligus penerima manfaat sejak program ini hadir di Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.

Sejak awal, ia memilih untuk istikamah memanfaatkan skema akad bai salam, yakni pembiayaan yang diberikan di muka, lalu dikembalikan dalam bentuk hasil panen. Musim tanam kelima menjadi saksi keteguhannya: Rp540.000 ia terima sebagai pembiayaan, dan saat panen tiba, ia menunaikan janji dengan menyerahkan 100 kg gabah. Setiap bulir gabah itu bukan sekadar hasil kerja, melainkan simbol kepercayaan yang tumbuh di tanah Sukawangi.

Dari Sawah ke Penggilingan, Dari Panen ke Pascapanen

Hari-hari Mang Dabik tak hanya dihabiskan di sawah. Kadang ia bekerja di penggilingan padi, kadang pula berkebun. Dari sana ia belajar bahwa pertanian bukan hanya soal menanam, tetapi juga soal merawat hasil hingga siap dinikmati. Pengetahuan budidaya dan pascapanen yang ia miliki membuatnya menjadi bagian penting dalam ekosistem pertanian desa, yakni seorang petani yang memahami rantai kehidupan pangan dari awal hingga akhir.

Angka yang Menjadi Bukti Kebersamaan

Pada musim tanam kelima, Program RPP KSM Sukawangi Sehati menjangkau 26 petani. Total pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp43.950.000, dengan gabah yang akan dihimpun sebanyak 8.146 kg. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa akad bai salam mampu menjadi solusi pembiayaan yang meringankan petani di awal musim sekaligus adil dan terukur saat panen.

Di balik angka itu, ada semangat kebersamaan, ada prinsip syariah yang dijalankan dengan penuh kepercayaan. Dari sawah sederhana di Sukawangi, lahirlah kekuatan ekonomi yang nyata, tumbuh dari tanah, doa, dan kerja keras para petani.

Harapan yang Terus Tumbuh

Capaian ini adalah awal dari perjalanan panjang. Harapannya, Program RPP KSM Sukawangi Sehati terus tumbuh, memperluas manfaat, dan menjadi jalan kemandirian bagi para petani. Semoga kisah Mang Dabik dan para petani Sukawangi menjadi inspirasi bagi desa-desa lain bahwa dengan kepercayaan, kebersamaan, dan sistem yang adil, kemandirian bukan sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang bisa dipanen bersama.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA