Penyuluhan Pertanian di Tasikmalaya: Strategi Tangguh Hadapi Wereng dan Tikus Sawah

Penyuluhan Pertanian di Tasikmalaya: Strategi Tangguh Hadapi Wereng dan Tikus Sawah


Eliyah
29/08/2025
14 VIEWS
SHARE

Tasikmalaya – Tantangan petani dalam menghadapi serangan hama dan perubahan teknologi terus berkembang. Menjawab kebutuhan itu, Saung Ilmu Kawasan Berdikari Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, menggelar penyuluhan pertanian yang menyentuh isu krusial: pengendalian hama dan pemanfaatan teknologi terkini.

Acara yang berlangsung pada Kamis, (28/8) ini menjadi bagian dari pertemuan rutin Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sarimukti Berdikari, dan dihadiri oleh 33 peserta, yang terdiri dari anggota kelompok tani, warga desa, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cipasung. 

Tiga pokok bahasan utama disampaikan dalam sesi ini. Nina, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Manggungsari, membuka diskusi dengan materi mengenai pengenalan dan strategi pengendalian hama tikus. Selanjutnya, Siti, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), memaparkan persoalan Wereng Batang Coklat (WBC), hama yang sering menyebabkan gagal panen pada tanaman padi. 

Sementara itu, mahasiswa KKN dari Universitas Cipasung memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi pertanian terbaru yang dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja di lapangan.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Saung Ilmu Induk Kawasan Berdikari dan Koperasi Produsen Syariah Tanjungpura Berdikari. Pengurus Saung Ilmu berharap acara tersebut dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran masyarakat tani dalam menghadapi persoalan pertanian masa kini, mulai dari pengendalian hama hingga adaptasi terhadap inovasi teknologi.

Lebih dari itu, inisiatif semacam ini diyakini sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kemandirian ekonomi desa.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA