Pasukan Israel Menyerbu Kapal-Kapal Armada Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional

Pasukan Israel Menyerbu Kapal-Kapal Armada Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional


Risdawati
30/04/2026
33 VIEWS
SHARE

Jakarta, (30/4) – Pasukan Angkatan Laut Israel mencegat dan menyita kapal-kapal milik rombongan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional, Laut Mediterania, dekat Pulau Kreta, Yunani pada Rabu (29/4/26) malam.

Hingga kini, pelacakan terus dilakukan lewat situs Tracker Global Sumud Flotilla, setidaknya terdapat 22 dari 56 kapal GSF telah dicegat. Para aktivis yang berada di kapal Artic, Sunrice milik Greenpeace melaporkan didatangi satu kapal yang mengklaim berasal dari pasukan penjajahan Israel.

“Kapal-kapal kami didekati oleh kapal cepat militer, yang menyebut diri mereka sebagai ‘Israel’, sambil mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis. Mereka juga memerintahkan para peserta untuk maju ke depan kapal dan berlutut,” kata misi bantuan GSF.

Selaras dengan laporan tersebut, anggota Steering Committee Global Sumud Flotilla, Maimon Herawati, mengatakan bahwa pengintaian terhadap armada sedianya sudah mulai terindikasi saat kapal-kapal masih berada di Barcelona, Spanyol.

“Waktu saya jaga malam, sudah ada drone-drone yang terlihat. Sebanyak tujuh drone teridentifikasi telah mengintai armada sejak di Spanyol,” ujarnya.

Sebelumnya, 11 kapal kehilangan kontak dan tak bisa dihubungi. Maimon menduga ini karena sinyal radio diacak pihak pencegat kapal-kapal tersebut. Pasukan Israel juga tidak hanya menyita kapal, tetapi juga melakukan penculikan terhadap warga sipil lintas negara yang berada di atas kapal.

GSF mengecam keras tindakan ini dan menyebutnya sebagai preseden hukum yang berbahaya. Mereka menegaskan bahwa lokasi penyergapan berada sangat jauh dari zona konflik atau perbatasan Israel, sehingga tindakan militer tersebut dianggap sebagai bentuk perluasan rezim kendali Israel hingga ke perairan internasional.

Pihak koalisi menilai Israel tengah mencoba menormalisasi kekuasaan ilegalnya atas Laut Mediterania dengan beroperasi secara leluasa tanpa memedulikan kedaulatan hukum laut internasional.

“Apa yang kita saksikan malam ini adalah upaya normalisasi kendali Israel atas Mediterania dan peningkatan impunitas mereka. Tidak ada satu pun negara yang memiliki hak untuk mengklaim, mengawasi, atau menduduki perairan internasional,” tulis pernyataan resmi GSF, seperti dilansir Kamis (30/4/26).

Operasi militer ini diklasifikasikan bukan sebagai konflik biasa, melainkan tindakan kriminal terhadap relawan kemanusiaan yang tidak bersenjata. GSF mengecam sikap pasif pemerintah dunia, khususnya negara-negara Eropa, yang dinilai sebagai bentuk pembiaran atau bahkan keterlibatan dalam pelanggaran hukum yang dilakukan Israel. 

Hingga saat ini, belum ada tindakan tegas maupun tuntutan resmi atas pembebasan para tawanan. Kejadian ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum internasional kini semakin lemah dan selektif. Tanpa adanya konsekuensi hukum yang konkret, nyawa warga sipil akan terus terancam kapan saja. Oleh karena itu, komunitas internasional didesak untuk segera mengambil sikap terhadap pelanggaran konvensi laut ini.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA