Manisnya Harapan dalam Butiran Ragi Asep Dadang

Manisnya Harapan dalam Butiran Ragi Asep Dadang


Risdawati
26/02/2026
14 VIEWS
SHARE

Bagi Asep Dadang (34), aroma tapai singkong yang menguar dari dapurnya bukan sekadar wangi fermentasi. Di balik butiran ragi yang bekerja perlahan, tersimpan harapan yang dulu nyaris padam.

Sebagai produsen tapai singkong mandiri di wilayah Haurngombong, perjalanan usaha Asep tidak selalu berjalan manis. Ada masa ketika dapurnya sunyi, tanpa kukusan yang mengepul, dikarenakan keterbatasan modal membuat langkahnya terhenti. Usaha yang dirintis dengan penuh harapan itu perlahan melemah, bahkan sempat berhenti sepenuhnya. Di titik itulah Asep merasakan betapa rapuhnya bertahan sendirian.

Namun, perlahan keadaan mulai berubah ketika ia mengenal KSM Haurngombong Gemilang. Melalui skema akad Qardhul Hasan, dukungan pembiayaan yang diterimanya menjadi titik balik perjuangan. Dapur produksi yang sebelumnya terdiam kini kembali hidup. Kukusan kembali mengepul, singkong-singkong tersusun rapi, dan ragi kembali ditaburkan dengan keyakinan baru.

Kini, usaha tapai singkong Asep berjalan lebih stabil. Ia tidak lagi bekerja sendiri. Istrinya turut membantu, begitu pula beberapa tetangga yang ikut berdaya bersama. Dari dapur sederhana itu, bukan hanya tapai yang dihasilkan, melainkan juga kebersamaan dan semangat untuk tumbuh bersama.

Namun, perubahan yang dialami Asep tidak berhenti pada membaiknya kondisi ekonomi. Sejak bergabung dengan komunitas KSM, hari-harinya terasa lebih terarah. Ia mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai dapur hidup untuk menekan pengeluaran keluarga. Tanaman-tanaman yang tumbuh menjadi pengingat bahwa rezeki bisa diupayakan dari tanah yang dirawat dengan sabar.

Langkahnya pun semakin mantap dalam memperbaiki diri. Asep kini rutin menghadiri pengajian bulanan di Saung Ilmu Haurngombong. Di sana, ia menemukan ruang untuk belajar, berbagi, dan menguatkan hati. Lingkungan yang mendukung membuatnya merasa tidak lagi berjalan sendirian.

Dari perjalanan itu, Asep belajar bahwa keterpurukan bukanlah akhir cerita. Dengan dukungan yang tepat dan kemauan untuk bangkit, harapan bisa tumbuh kembali, pelan seperti ragi yang bekerja dalam diam, mengubah keadaan menjadi kemandirian yang utuh, baik secara finansial maupun spiritual.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA