Langkah Nyata Menuju Desa Berdaya: Potret Pemberdayaan di Kampung Perubahan Cianjur

Langkah Nyata Menuju Desa Berdaya: Potret Pemberdayaan di Kampung Perubahan Cianjur


Risdawati
18/04/2026
17 VIEWS
SHARE

Di Kampung Cisalak Kidul, Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, berdiri sebuah ruang sederhana bernama Saung Ilmu Kampung Perubahan. Didirikan pada tahun 2023, saung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan masyarakat pascabencana.

Kolaborasi dan Pendampingan

Program ini lahir dari kolaborasi antara LAZ Al Azhar dan Rumah Yatim. Untuk mengelola kegiatan, dibentuk struktur pengurus yang didampingi oleh Dai Sahabat Masyarakat (Dasamas) dari LAZ Al Azhar. Dasamas berperan sebagai edukator sekaligus jembatan agar program berjalan selaras dengan kebutuhan warga.

Saung Ilmu berfungsi sebagai pusat interaksi, edukasi, dan perencanaan program. Di bawah kepemimpinan Udan Buldani (Ketua Saung Ilmu sekaligus Ketua RW 03), saung ini mengelola empat pilar utama: ekonomi, pendidikan, keagamaan, dan kesehatan.

Ekonomi sebagai Lokomotif Perubahan

Dalam strategi pemberdayaannya, sektor ekonomi menjadi pintu masuk utama. Kemandirian ekonomi dipercaya akan menarik gerbong sektor lainnya; saat dapur mengepul dan kebutuhan dasar terpenuhi, akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ketenangan ibadah akan terbuka lebih lebar.

Upaya ini dijalankan secara kolektif melalui KSM Sukawangi Sehati yang diketuai oleh Ridwan Sulaeman. Saat ini, KSM tersebut menaungi 131 kepala keluarga dengan rincian:

1. 70 anggota pada program Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP).

2. 23 anggota pada sektor UMKM.

3. Sisanya bergerak di bidang peternakan domba dan unggas.

KSM ini menjadi miniatur koperasi syariah di mana anggota menyetor simpanan pokok, wajib, sukarela, serta tabarru’ yang disepakati melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Program Unggulan dan Skema Syariah

1. Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP): Menggunakan akad Bai Salam, program ini telah berjalan enam tahap sejak 2023 dengan modal awal Rp85 juta. Petani mendapatkan bantuan modal di awal musim tanam dan mengembalikannya dalam bentuk gabah saat panen. Sistem Hasil Usaha (SHU) yang diterapkan memungkinkan modal terus berputar (renewable asset) sehingga mampu menjangkau lebih banyak anggota.

2. Peternakan Domba: Dikelola oleh lima peternak di kandang komunal dengan akad Mudharabah Muqayyadah. Dari bantuan awal 29 ekor, kini telah berkembang menjadi 32 ekor dengan pembagian hasil 70% untuk peternak dan 30% untuk KSM.

3. UMKM Bunda Sejati: Program ini mendukung 23 pelaku usaha kecil melalui akad Qardhul Hasan (pinjaman kebajikan tanpa bunga). Tujuannya agar warga tetap berdaya tanpa terjerat praktik ribawi.

4. Bunda Sejati Unggas: Difokuskan pada skala rumah tangga untuk menambah penghasilan keluarga dengan risiko yang ditanggung bersama melalui musyawarah.

Menghadapi Tantangan dengan Kolaborasi

Perjalanan ini tentu tidak mulus. Tantangan alam seperti krisis air, serangan hama, cuaca ekstrem, hingga risiko kematian ternak tetap ada. Oleh karena itu, Dasamas dan pengurus membuka ruang kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti penyuluh dari BPP untuk bidang pertanian, ahli teknis untuk peternakan, serta posyandu untuk layanan kesehatan.

Perubahan pun mulai terasa di Kampung Cisalak Kidul. Aktivitas ekonomi tumbuh, solidaritas warga menguat, dan kesadaran untuk mandiri semakin nyata.

Ke depan, Saung Ilmu Kampung Perubahan diharapkan terus menjadi ruang tumbuh yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga nilai-nilai ukhuwah. Dari saung sederhana ini, ikhtiar perubahan terus dirajut, perlahan, bertahap, namun penuh harapan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA