Tanah Bumbu (14/1) – Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kusan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap lahan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang dikelola oleh Koperasi Karya Mandiri di Sungai Kusan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional serta menciptakan tabungan ekonomi masa depan bagi masyarakat sekitar hutan.
Kegiatan ini berfokus pada pembukaan lahan baru seluas 30 hektare untuk dijadikan kawasan produktif. Dari total luas tersebut, sebanyak 20 hektare dikembangkan melalui Program Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi (PAFE) di bawah skema Perhutanan Sosial (PS), sementara 10 hektare sisanya dikelola secara mandiri oleh anggota koperasi.
Ketua rombongan Monev KPH Kusan menyatakan bahwa integrasi berbagai jenis tanaman menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kami memantau perkembangan komoditi mulai dari tanaman pangan, buah-buahan, hingga tanaman hutan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani binaan,” ujarnya.
Di sektor tanaman pangan, lahan ini telah ditanami padi gogo seluas 20 hektare dan jagung pakan seluas 6 hektare. Selain itu, kawasan ini juga dipenuhi berbagai tanaman hortikultura seperti cabai (lombok), terong, dan kacang-kacangan, serta tanaman buah unggulan seperti durian, alpukat, dan kelengkeng.
Program agroforestry ini diharapkan mampu menjadi model pengelolaan hutan yang berkelanjutan, di mana fungsi hutan tetap terjaga sementara kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat dapat terpenuhi secara beriringan.