Bantu Aisyah, Balita Penderita Meningitis di Padang Pariaman

Bantu Aisyah, Balita Penderita Meningitis di Padang Pariaman


Siti Adidah
04/07/2023

Aisyah Marchia Yasri balita berusia 5 tahun, lahir pada 2018 lalu dalam keadaan sehat di Kabupaten Padang Pariaman. Namun, saat usianya menginjak 6 bulan Aisyah menderita sakit meningitis atau kelumpuhan otak akibat demam panas yang tinggi. Pada saat Aisyah mengalami demam panas tinggi,  Aisyah segera dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya, namun dalam perjalanan menuju rumah sakit Aisyah mengalami kejang.

“Waktu itu, setiba di rumah sakit Aisyah sudah tidak sadarkan diri dan tubuhnya membiru. Jadi langsung dirujuk dari RSUD Padang Pariaman langsung ke RSUP DR. M. Djamil Padang. Di sana Aisyah mengalami koma selama 12 hari dirawat di rumah sakit, saya pasrah dan hanya bisa berserah sama Allah,” kenang ibunda Aisyah.

Selama 5 tahun sang ibu dengan sabar merawat dan mengurus Aisyah yang tidak kunjung pulih agar menjadi anak yang normal seperti biasanya. Sejak saat itu Asiyah selalu menjalani perawatan di rumah sakit, mulai dari terapi sinar UV, dan meminum obat perangsang saraf. Hingga saat ini Aisyah tidak bisa makan makanan yang bertekstur kasar, hanya bisa makan makanan lunak, seperti bubur, atau susu.

Baca juga: Ajarkan Murid Berbagi, Sekolah Islam Al Azhar Hertasning Makassar Gelar Pemotongan Hewan Kurban

Di awal perjuangan sang ibu dalam mengurus Aisyah masih didampingi oleh suami. Hingga akhirnya pada saat Aisyah berusia 3 tahun ibu dan ayah Aisyah berpisah. Dalam kondisi tidak ada lagi tulang punggung keluarga, Ibu Asiyah harus berjuang seorang diri mengurus dan merawat Aisyah, belum lagi adik Asiyah yang pada waktu itu masih berusia 1 bulan dalam kandungan ketika berpisah dengan Ayahnya.

Sang Ibu tidak memiliki pekerjaan yang tetap selain dari membantu mencuci dan menyetrika baju.  Selama dalam asuhan sang ibu, Aisyah tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah berupa bantuan BPJS KIS, padahal sang ibu sudah beberapa kali mengajukan pengurusannya di tingkat kelurahan dan baru pada bulan Juni 2023 ini baru diberikan BPJS KIS untuk keluarga Aisyah.

Bantuan lain dari pemerintah seperti program bantuan rutin untuk Program Keluarga Harapan (PKH) pun sampai saat ini tidak didapatkan. Namun, terlepas dari itu semua, sang ibu tetap bersyukur masih ada orang baik lainnya yang membantu menyambung hidup mereka.

“Alhamdulillah, rezeki itu bisa datang dari mana saja. Saya dan anak-anak tetap bersyukur,” ujarnya.

Sebagai upaya meringankan beban yang ditanggung keluarga Aisyah, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar Sumatera Barat mengunjungi kediaman Aisyah pada Jumat, 26 Juni 2023. Melalui Program Zakat Pride, LAZ Al Azhar turut menyalurkan bantuan berupa santunan untuk pengobatan dan kebutuhan pokok keluarga Aisyah. Semoga dengan bantuan ini bisa membantu proses kesembuhan Aisyah, dan memberikan motivasi untuk Ibundanya agar selalu tegar dan sabar dalam menghadapi ujian.

BACA JUGA