Anak Meminta Uang Lebaran, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Anak Meminta Uang Lebaran, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?


Nurul Aisyah
13/03/2026
13 VIEWS
SHARE

Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, silaturahim, dan berbagai tradisi yang mengiringinya. Salah satu tradisi yang cukup populer di masyarakat adalah pemberian uang lebaran atau THR kepada anak-anak. Tidak sedikit anak yang merasa senang ketika menerima uang dari orang tua, kerabat, atau tamu yang datang berkunjung. Namun kemudian muncul pertanyaan: bagaimana hukum anak meminta uang lebaran dalam Islam? Apakah hal ini termasuk kebiasaan yang dibolehkan atau justru mendidik anak untuk memiliki mental meminta-minta?

Untuk memahami hal ini secara tepat, kita perlu melihatnya dari dua sisi, yaitu dari sisi orang yang memberi dan dari sisi anak yang menerima.

Dari sisi orang yang memberi, memberikan uang lebaran kepada anak-anak termasuk perbuatan baik. Memberi hadiah pada hari raya dapat menjadi bentuk berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan keluarga. Islam sendiri sangat menganjurkan umatnya untuk berbuat baik dan membantu sesama. Allah Swt berfirman:

“Dan pada harta mereka terdapat hak bagi orang yang meminta dan orang yang tidak mendapatkan bagian.” (QS. Adz-Dzariyat: 19)

Allah Swt juga berfirman:

“Adapun orang yang meminta-minta, maka janganlah engkau menghardiknya.” (QS. Adh-Dhuha: 10)

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa memberi kepada orang lain tetap merupakan bentuk kebaikan. Bahkan dalam sejarah para ulama terdahulu, terdapat kebiasaan berbagi pada hari raya. Disebutkan bahwa seorang ulama dari kalangan tabi’in, Hammad bin Abi Sulaiman, pada hari Idulfitri biasa memberikan sejumlah uang kepada orang-orang yang telah ia jamu selama bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa berbagi pada hari raya merupakan tradisi kebaikan yang telah dikenal sejak dahulu.

Namun dari sisi anak-anak yang menerima uang lebaran, perlu ada perhatian dalam cara mendidiknya. Jika anak-anak dibiasakan atau diperintahkan untuk meminta uang kepada orang lain, maka hal ini tidak baik. Misalnya dengan mengatakan kepada anak, “Salim ke pamanmu lalu minta uang lebarannya”, atau “Itu ada ommu, minta uang lebaran sana”. Cara seperti ini dapat menanamkan kebiasaan meminta sesuatu kepada orang lain padahal tidak dalam keadaan membutuhkan. Rasulullah saw telah mengingatkan tentang bahaya meminta-minta tanpa kebutuhan. Beliau bersabda:

“Barang siapa meminta-minta kepada manusia dengan tujuan memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya ia telah meminta bara api; terserah baginya apakah ia akan mengambil sedikit atau memperbanyaknya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan agar seorang Muslim tidak menjadikan meminta-minta sebagai kebiasaan. Namun jika anak-anak tidak diperintahkan untuk meminta uang lebaran dan hanya menerimanya ketika ada yang memberi, maka hal ini tidak mengapa. Bahkan menerima hadiah termasuk akhlak yang dianjurkan dalam Islam. Nabi Muhammad saw sendiri biasa menerima hadiah dari orang lain dan membalasnya dengan kebaikan.

Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberinya suatu pemberian. Umar sempat menyarankan agar pemberian itu diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Namun Nabi bersabda:

“Ambillah jika ada harta yang datang kepadamu sementara engkau tidak mengharapkannya dan tidak memintanya. Ambillah. Adapun jika tidak ditawarkan kepadamu, maka janganlah engkau mengejarnya.” (HR. Bukhari)

Dalam hadis lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha juga menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan membalasnya.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa menerima uang lebaran tidaklah bermasalah selama tidak diminta dan tidak dijadikan kebiasaan meminta-minta. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua mendidik anak agar memahami makna silaturahim dan hari raya dengan benar.

Orang tua sebaiknya mengajarkan kepada anak bahwa tujuan utama berkunjung saat Idulfitri adalah untuk bersilaturahim, saling memaafkan, dan mempererat hubungan keluarga, bukan untuk mendapatkan uang. Anak juga perlu diajarkan adab ketika menerima pemberian, seperti mengucapkan terima kasih, bersikap sopan, serta bersyukur atas apa yang diterima.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA