Depok, (06/5) – Lembaga Amil Zakat dan Wakaf (LAZWaf) Al Azhar resmi melakukan prosesi pisah sambut Direktur Utama masa bakti 2026-2028. Drs. Ali Subekhan, M.A., secara resmi menggantikan Drs. Abu Hurairah, M.A. dalam acara silaturahmi yang berlangsung khidmat di Rumah Gemilang Indonesia (RGI), Sawangan, Depok, pada Rabu (6/5/26).
Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan inti LAZWaf Al Azhar dan YPI Al Azhar, di antaranya Drs. Abu Hurairah, M.A., Drs. Ali Subekhan, M.A., Iwan Rahmat, Drs. H. Ali Mashar, M.Pd., serta Rahmatullah Sidik.
Dalam pesan perpisahannya, Drs. Abu Hurairah, M.A., menegaskan bahwa kepemimpinan adalah soal menjaga integritas dan militansi. “Pimpinan utama hanyalah koordinator atau pengawas. Kekuatan sesungguhnya ada pada militansi para amil dan nadzhir. Dan Kunci dari segalanya yaitu ikhlas, keikhlasan itu layaknya telur di ujung tanduk; artinya jangan biarkan pujian dari manusia merusak integritas kita.” ungkap Abu Hurairah.
Ia juga menambahkan, agar jangan sekali-kali ada harta haram yang masuk ke tubuh atau keluarga kita, karena keberkahan adalah kunci utama kehidupan, begitu pula dengan lembaga yang dicintai.
Merespons amanah tersebut, Direktur Utama yang baru, Drs. Ali Subekhan, M.A., menekankan pentingnya transparansi dan objektivitas dalam bekerja. Berbekal latar belakangnya sebagai auditor, ia berkomitmen untuk memastikan ritme kerja yang terukur.
“Kita harus optimis menghadapi tantangan 2026 dengan sistem yang lebih baik. Setiap tantangan adalah peluang untuk membuktikan kinerja. Jika bisa dikerjakan hari ini, jangan pernah ditunda-tunda,” ujar Ali Subekhan.
Kepala Direktorat Dakwah dan Sosial YPI Al Azhar, Drs. H. Ali Mashar, M.Pd., turut memberikan arahan strategis terkait tata kelola organisasi. Ia mengingatkan bahwa pergantian personel adalah bagian dari siklus organisasi yang sehat. “Sistem kita sudah kokoh. Fokus utama adalah menjaga akuntabilitas dan transparansi. Pemimpin harus amanah, adil, tegas, serta mampu menjadi role model bagi timnya. Kita harus terus mempertahankan predikat WTP agar kepercayaan publik tetap terjaga,” kata Ali Mashar.
Kekuatan soliditas lembaga juga dipertegas oleh Direktur LAZ Al Azhar, Iwan Rahmat, dan Direktur Operasional LAZWaf Al Azhar, Rahmatullah Sidik. Keduanya berperan krusial dalam memastikan sinergi operasional antarunit berjalan tanpa hambatan. Dalam kesempatan tersebut, Iwan Rahmat dan Rahmatullah Sidik sepakat bahwa transisi kepemimpinan ini akan diikuti dengan peningkatan koordinasi yang lebih intensif antara kantor pusat dan seluruh kantor perwakilan wilayah.
Sinergi kelima pimpinan ini memberikan pesan kuat kepada seluruh amil dan nadzhir, baik yang hadir di lokasi maupun yang hadir secara daring, untuk tetap satu frekuensi dalam menjalankan program-program pemberdayaan.
Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan sebagai tanda sahnya pengangkatan direktur utama yang baru. Momen ini menjadi tonggak estafet kepemimpinan, sekaligus penguatan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah lembaga sebagai instrumen kebermanfaatan umat yang transparan dan profesional.