LAZ Al Azhar Gelar Training Relawan Kurban 1447 H, Perkuat Layanan Umat yang Profesional

LAZ Al Azhar Gelar Training Relawan Kurban 1447 H, Perkuat Layanan Umat yang Profesional


Risdawati
08/05/2026
11 VIEWS
SHARE

Depok, (08/5) – Menyambut Iduladha 1447 H, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar bergerak cepat memperkuat barisan pelayan umat. Langkah ini diawali dengan menggelar Training Relawan Kurban bertajuk “Bahagianya Hadir, Berkahnya Mengalir” yang dipusatkan di Rumah Gemilang Indonesia (RGI), Sawangan, Depok, Jumat (08/05).

Pelatihan intensif ini diikuti oleh 19 relawan terpilih yang dipersiapkan untuk mengawal program Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) Kurban. Fokus utama pada hari pertama adalah membekali para relawan dengan kemampuan komunikasi dan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai kurban yang akan disampaikan kepada masyarakat.

Membuka sesi pembekalan, Manajer Fundraising dan Partnership LAZ Al Azhar, Fakhri Hamdi, menekankan bahwa kunci keberhasilan syiar kurban terletak pada aspek kemanusiaan. Menurutnya, relawan bukan sekadar penjual hewan, melainkan jembatan kebaikan.

“Pemasaran kurban bukan sekadar transaksi produk, melainkan cara kita membangun kedekatan emosional dengan para mudhohi (pekurban). Dengan ketulusan dan komunikasi yang menghargai, kepercayaan masyarakat akan tumbuh, sehingga pesan kebaikan kurban tersampaikan secara maksimal,” papar Fakhri di hadapan para peserta.

Semangat melayani tersebut kemudian diperkuat secara strategis oleh Direktur Utama LAZ Al Azhar, Iwan Rahmat. Melalui materi bertajuk “Kolaborasi Kurban Menguatkan Bersama”, Iwan membedah tiga level keunggulan yang harus dipahami relawan agar mampu memberikan solusi nyata bagi problematika masyarakat saat ini.

Iwan menjelaskan bahwa selain aspek fundamental seperti harga kompetitif dan kualitas hewan (level pertama), serta transparansi laporan dan kemudahan transaksi (level kedua), kekuatan utama LAZ Al Azhar terletak pada nilai programnya (level ketiga).

“Kurban menguatkan bersama bukan hanya bicara soal hewan yang bagus atau harga murah. Lebih dari itu, nilai tertingginya adalah pada pemberdayaan peternak kecil dan luasnya dampak distribusi. Kami memastikan program ini relevan dan benar-benar menjawab kebutuhan umat di lapangan,” tegas Iwan.

Menyambung strategi distribusi tersebut, Manajer Program LAZ Al Azhar, Ulil Ansor, memberikan rincian teknis mengenai peta sebaran kurban agar para relawan memiliki akurasi informasi saat berinteraksi dengan masyarakat. Saat ini, kekuatan logistik kurban LAZ Al Azhar didukung oleh jaringan peternakan di berbagai wilayah mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga Jawa Timur.

“Relawan harus memahami peta ini agar tidak terjadi kesalahan komunikasi. Jangkauan kita luas, mencakup 62 kota di 14 provinsi, bahkan hingga ke 3 wilayah internasional, dengan prioritas penyaluran bagi kaum duafa dan wilayah rawan pangan,” tambah Ulil.

Sebagai pelengkap kesiapan teknis, sesi terakhir ditutup oleh Rudiansah dari tim IT yang memandu praktik evaluasi sistem kurban. Ia mengingatkan bahwa profesionalitas relawan juga diukur dari ketelitian administrasi dan akurasi data, guna memastikan amanah para mudhohi terdokumentasi dengan sempurna.

Rangkaian pelatihan ini diakhiri dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) sebagai simbol komitmen dan kesiapan para relawan. Melalui pembekalan komprehensif ini, 19 relawan tersebut kini siap menjadi garda terdepan LAZ Al Azhar dalam menghadirkan layanan kurban yang profesional, amanah, dan penuh kebermanfaatan bagi umat.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA