Menampilkan postingan dengan label "menahandiri"
Ramadan dan Seni Menahan yang Tidak Terlihat
Nurul Aisyah 19/02/2026
Ramadan sering dipahami sebagai bulan untuk menahan lapar dan haus. Sejak fajar hingga magrib, seorang Muslim melatih dirinya untuk patuh pada ketentuan waktu dan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Namun di balik latihan fisik itu, ada dimensi yang jauh lebih dalam dan sering kali luput disadari. Ramadan sejatinya adalah seni menahan yang tidak terlihat, yaitu menahan gejolak batin, mengendalikan dorongan hawa nafsu, dan menundukkan sisi diri yang jarang disaksikan orang lain.
Sikap Tidak Mengganggu Termasuk Sedekah
Nurul Aisyah 02/02/2026
Sedekah dalam Islam tidak terbatas pada pemberian materi, tetapi juga mencakup sikap menahan diri agar tidak menyakiti atau mengganggu orang lain. Melalui hadis Nabi, artikel ini menegaskan bahwa menahan lisan, emosi, dan perilaku dari keburukan merupakan bentuk sedekah yang bernilai tinggi, bahkan untuk diri sendiri. Sikap tidak mengganggu menghadirkan rasa aman, menjaga harmoni sosial, serta melatih kepekaan batin bahwa kebaikan sejati sering kali hadir dalam kesabaran dan pengendalian diri. Dengan demikian, sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menjaga agar tidak menjadi sumber luka bagi sesama.