Menampilkan postingan dengan label "ancaman"
“Nanti Allah Marah”: Kalimat Kecil yang Perlu Kita Renungkan
Risdawati 30/05/2026
“Nanti Allah marah, loh!” Kalimat ini mungkin terdengar akrab di telinga kita. Ia sering diucapkan ketika anak menolak salat, berebut mainan, berbohong, atau melakukan hal yang dianggap kurang baik. Niatnya tentu baik, yakni mengingatkan dan mengarahkan kepada kebaikan. Namun, pernahkah kita bertanya, gambaran seperti apa tentang Allah yang sedang terbentuk di benak seorang anak ketika mendengar kalimat itu berulang kali?
Kewajiban Salat Jumat dan Ancaman bagi yang Meninggalkannya
Risdawati 12/12/2025
Salat Jumat adalah ibadah wajib yang istimewa bagi umat Muslim, khususnya laki-laki. Kewajiban ini dilaksanakan setiap satu pekan sekali sebagai pengganti salat Zuhur. Dalam Islam, kewajiban ini sudah ditegaskan sejak masa Nabi Muhammad saw. Tak hanya sekadar ibadah, salat Jumat juga menjadi momen memperkuat ukhuwah dan menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual bagi seluruh Muslim.
Hari Anak Internasional: Melihat Realitas Pahit Anak-Anak yang Setiap Hari Menghadapi Ancaman Kekerasan
Risdawati 20/11/2025
Kisah pahit anak-anak di seluruh dunia seolah tak pernah berhenti. Ada yang merasa terancam saat berada di dalam rumah, dan ada pula yang jiwanya terguncang oleh trauma saat melangkah keluar. Di berbagai tempat, pengalaman ini nyata dan dialami setiap hari. Sejumlah kasus yang muncul dari berbagai belahan dunia menunjukkan betapa luas dan kompleksnya ancaman yang harus mereka hadapi, bahkan di ruang-ruang yang seharusnya memberikan perlindungan.
Ketika Zakat Jadi Ujian Ketaatan: Bukan Sekadar Harta, Tapi Bukti Iman
Risdawati 21/10/2025
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting, sejajar dengan salat dan puasa Ramadan. Kewajiban ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan perintah langsung dari Allah Swt. Melalui zakat, umat Islam membersihkan harta dan membantu sesama. Karena itu, orang yang sudah memenuhi syarat wajib zakat tidak boleh menunda apalagi mengabaikannya.