Zahratal Hayatid Dunya: Indah, tetapi Tidak Selamanya

Zahratal Hayatid Dunya: Indah, tetapi Tidak Selamanya


Risdawati
04/06/2026
14 VIEWS
SHARE

Pernahkah kita merasa gelisah setelah melihat kehidupan orang lain? Melihat pencapaian mereka, rumah yang lebih besar, pekerjaan yang lebih mapan, atau kehidupan yang tampak sempurna. Tanpa sadar, hati mulai bertanya, “Mengapa bukan aku?”

Padahal Allah telah mengingatkan:

“Dan janganlah engkau tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia...” (QS. Thaha: 131).

Dalam ayat ini, Allah menyebut dunia sebagai zahratal hayatid dunya, yakni bunga kehidupan dunia. Bunga memang indah. Warnanya menarik perhatian dan membuat siapa pun ingin memilikinya. Namun, keindahan itu tidak bertahan lama. Hari ini mekar, esok bisa layu.

Begitu pula dunia. Harta, jabatan, popularitas, dan berbagai pencapaian sering kali tampak begitu memikat. Namun, semuanya bersifat sementara. Apa yang hari ini dibanggakan suatu saat akan ditinggalkan.

Karena itu, Allah mengingatkan agar manusia tidak terlalu terpaku pada apa yang dimiliki orang lain. Sebab apa yang terlihat sebagai kenikmatan belum tentu menjadi tanda kemuliaan. Bisa jadi itu adalah ujian yang harus dipertanggungjawabkan.

Di era media sosial, pesan ini terasa semakin relevan. Kita begitu mudah melihat “bunga-bunga dunia” milik orang lain hingga lupa mensyukuri nikmat yang ada di depan mata. Akibatnya, hati lebih sibuk membandingkan daripada bersyukur.

Islam tidak melarang menikmati dunia. Namun, dunia tidak boleh menjadi tujuan utama. Ia hanyalah sarana untuk mendekat kepada Allah dan berbuat kebaikan sebanyak mungkin.

Bunga memang indah untuk dipandang, tetapi tidak untuk selamanya digenggam. Begitu pula dunia. Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar yang sementara hingga melupakan yang kekal. Sebab pada akhirnya, yang akan menetap bukanlah apa yang kita miliki, melainkan apa yang telah kita amalankan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA