Wujudkan Masjid Ramah Lingkungan, Wakaf Al Azhar Kickoff Program Wakaf Energi di Cikarang

Wujudkan Masjid Ramah Lingkungan, Wakaf Al Azhar Kickoff Program Wakaf Energi di Cikarang


Risdawati
05/03/2026
13 VIEWS
SHARE

Cikarang, (04/03) – Sebagai wujud komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), Wakaf Al Azhar resmi meluncurkan Program “Kickoff Sedekah dan Wakaf Energi” di Masjid Raya Al Azhar Cikarang.

Program ini diwujudkan melalui pemasangan sistem panel surya (solar panel) yang mendukung operasional harian masjid berbasis energi bersih. Inisiatif ini menjadi langkah pionir dalam mendorong transformasi masjid ramah lingkungan sekaligus menjadi model kolaborasi wakaf produktif berbasis energi terbarukan di Indonesia.

Program Kickoff Sedekah dan Wakaf Energi merupakan hasil kolaborasi antara Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC), Sedekah Energi, Wakaf Energi, dan Wakaf Al Azhar dalam menghadirkan model wakaf berbasis infrastruktur yang berdampak langsung bagi kemaslahatan umat serta mendukung gerakan energi hijau berbasis komunitas masjid.

Acara peluncuran turut dihadiri oleh jajaran pejabat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Agama, serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) yang memberikan dukungan terhadap integrasi antara dakwah keagamaan dan pelestarian lingkungan.

Direktur Utama LAZ dan Wakaf Al Azhar, Abu Hurairah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Sedekah Energi yang digagas MOSAIC bersama Sedekah Energi, Wakaf Energi, dan Wakaf Al Azhar merupakan wujud nyata kontribusi bagi kemaslahatan umat.

“Program Sedekah Energi yang digagas MOSAIC dan Wakaf Al Azhar merupakan wujud nyata bagi kemaslahatan umat yang semoga ke depan dapat terus bertumbuh lebih baik lagi. Kami menegaskan komitmen untuk selalu transparan dalam pengelolaan dana umat, dengan penyaluran yang terukur dan akuntabel. Model ini akan terus kami inisiasi agar dapat diterapkan lebih luas lagi. Program ini juga sangat relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Abu Hurairah.

Sementara itu, Pimpinan Wakaf Energi, Amir Faisal, menekankan pentingnya wakaf berbasis infrastruktur sebagai instrumen pembangunan umat yang berkelanjutan.

“Wakaf berbasis infrastruktur dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung kemaslahatan umat. Kolaborasi ini merupakan integrasi semangat jangka panjang. Karena itu, forum hari ini menjadi ajakan terbuka untuk berkolaborasi bersama membangun energi baru terbarukan berbasis masjid yang kelak dapat menjadi pelita bagi umat,” tuturnya.

Pemanfaatan panel surya di lingkungan masjid diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan biaya operasional secara signifikan. Dengan demikian, pengelolaan dana masjid dapat lebih difokuskan pada program pemberdayaan dan pelayanan umat.

Kegiatan peluncuran ditutup dengan agenda Gala Iftar atau buka puasa bersama yang berlangsung khidmat sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga zakat dan wakaf, serta masyarakat sekitar.

Melalui program ini, Wakaf Al Azhar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan wakaf produktif berbasis energi hijau. Sedekah dan wakaf tidak lagi terbatas pada bentuk konsumtif, tetapi menjadi investasi berkelanjutan demi kemaslahatan umat dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA