Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunah Rasulullah saw

Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunah Rasulullah saw


Nurul Aisyah
04/03/2026
12 VIEWS
SHARE

Berbuka puasa merupakan momen yang dinantikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun dalam Islam, berbuka bukan hanya soal menghilangkan rasa haus dan lapar, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki adab serta tuntunan. Rasulullah saw telah memberikan contoh yang jelas tentang bagaimana memulai waktu berbuka dengan cara yang penuh hikmah dan keseimbangan. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Rasulullah saw berbuka dengan beberapa rutub sebelum salat. Jika tidak ada rutub, maka dengan beberapa butir kurma. Jika tidak ada, maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bahwa tata cara berbuka sesuai sunnah Rasulullah saw adalah memulai dengan sesuatu yang ringan terlebih dahulu. Beliau tidak langsung menyantap makanan berat, melainkan mendahulukan kurma atau air, kemudian menunaikan salat Maghrib, dan setelah itu barulah menikmati hidangan utama. Urutan ini menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kewajiban ibadah.

Memulai berbuka dengan kurma memiliki hikmah tersendiri. Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh, sehingga membantu mengembalikan energi secara bertahap setelah seharian berpuasa. Jika kurma tidak tersedia, air pun sudah cukup untuk membatalkan puasa sesuai tuntunan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak memberatkan, melainkan memberikan kemudahan dalam beribadah. Allah Swt berfirman:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah puasa, termasuk berbuka, dirancang dengan prinsip kemudahan dan keseimbangan. Oleh karena itu, berbuka secara sederhana dan tidak berlebihan lebih sesuai dengan nilai yang diajarkan dalam Islam.

Dalam praktiknya, sebagian orang langsung menyantap makanan berat ketika azan berkumandang. Hal tersebut tidak terlarang selama tidak berlebihan dan tidak menyebabkan salat Maghrib tertunda jauh dari waktunya. Namun, mengikuti tata cara yang dicontohkan Rasulullah saw tentu lebih utama karena di dalamnya terdapat nilai sunnah dan keberkahan.

Tata cara berbuka puasa sesuai sunnah Rasulullah saw pada dasarnya sederhana: menyegerakan berbuka ketika waktunya tiba, memulai dengan yang ringan seperti kurma atau air, menunaikan salat Maghrib, lalu makan secukupnya. Dari sini kita belajar bahwa berbuka bukan ajang melampiaskan rasa lapar, tetapi momen ibadah yang tetap menjaga adab dan keseimbangan.

Dengan meneladani Rasulullah saw dalam berbuka, puasa tidak hanya menjadi rutinitas menahan diri, tetapi juga latihan kedisiplinan, kesehatan, dan ketaatan kepada Allah Swt. Semoga setiap suapan yang kita nikmati saat berbuka menjadi bagian dari ibadah yang penuh keberkahan. 

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA