Mangkalapi, (29/8) — Di bawah sinar matahari sore yang hangat di Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kalimantan Selatan, belasan santri tampak khusyuk menyapu halaman, memilah sampah, dan merapikan fasilitas TPA/TPQ mereka. Bukan sekadar rutinitas mingguan, kegiatan bersih-bersih ini berubah menjadi pelajaran penting tentang iman, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan wajah ceria dan semangat yang menggebu, para santri berkumpul untuk membersihkan area tempat belajar mengaji. Mereka menyisir setiap sudut, memastikan lingkungan tetap asri dan nyaman. Kegiatan ini, menurut para pengajar, bukan hanya soal menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai penting sejak dini.
Para santri dibimbing untuk memahami bahwa tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya atau menghemat air punya dampak besar bagi lingkungan. Mereka diajak memilah sampah, menjaga kerapian fasilitas, dan bekerja sama dalam tim. Semua dilakukan dengan nuansa belajar yang menyenangkan.
Usai kegiatan, para santri tak langsung pulang. Mereka duduk melingkar untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Dalam forum itu, mereka berbagi kesan dan pengalaman selama kegiatan, serta mendiskusikan makna di balik aksi bersih-bersih tersebut.
TPA/TPQ Mangkalapi kini tidak sekadar menjadi tempat belajar agama, melainkan juga menjadi laboratorium karakter, tempat nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan ditanamkan sejak dini.