Cianjur, (26/2) - Memasuki hari kedua Pesantren Kilat (Sanlat) Safari Campus Ramadan di Saung Ilmu, rangkaian kegiatan semakin tertata dan berjalan lebih terarah. Setelah hari pertama difokuskan pada pembukaan serta penyamaan visi dan semangat, hari kedua menjadi tahap penguatan materi dan pembinaan yang lebih mendalam.
Agar proses pembelajaran berjalan efektif, peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yakni remaja dan anak-anak. Pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan pendekatan dan materi dengan tingkat usia serta kebutuhan masing-masing peserta.
Kelompok remaja mengikuti kegiatan di Gedung Majelis Taklim Tariqunnajah. Dalam sesi ini, mereka tidak hanya menerima penyampaian materi, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi dan refleksi. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya peran remaja sebagai generasi penerus, sehingga penanaman nilai, adab, dan tanggung jawab menjadi fokus utama pembinaan.
Sementara itu, kelompok anak-anak melaksanakan kegiatan di Saung Ilmu Kampung Perubahan. Di lokasi tersebut, mereka mempelajari doa-doa harian, akhlak, kisah teladan, serta dasar-dasar keislaman dengan metode yang lebih interaktif dan menyenangkan. Suasana belajar yang hangat membuat anak-anak lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Dengan pembagian tempat dan metode ini, kegiatan Sanlat diharapkan dapat memberikan pembinaan yang optimal sesuai dengan tahap perkembangan peserta. Pesantren kilat ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin Ramadan, tetapi juga bagian dari upaya membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak.