Rumah Gemilang Indonesia Lepas 104 Santri Angkatan ke-34, Siap Menapaki Dunia Kerja

Rumah Gemilang Indonesia Lepas 104 Santri Angkatan ke-34, Siap Menapaki Dunia Kerja


Risdawati
03/07/2026
15 VIEWS
SHARE

Depok, (02/7) – Sebanyak 104 santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Angkatan ke-34 resmi dilepas dalam acara Tasyakuran Pelepasan Santri yang digelar di Kampus RGI Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (02/7/2026). Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan para lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi sebagai wirausaha.

Prosesi pelepasan berlangsung secara hybrid dan diikuti santri dari berbagai kampus RGI, meliputi Depok, Surabaya, Magelang, Yogyakarta, hingga Sentra Premier. Suasana haru dan penuh syukur mewarnai acara yang turut dihadiri Perwakilan Direktur LAZWaf Al Azhar Drs. Ali Subekhan, M.A., Kepala Bidang Sosial Direktorat Dakwah dan Sosial; H. Data, M.Pd., Division Head Human Capital PALYJA; Fiony Aldriany, Pimpinan KCP Cirendeu Bank Jakarta; Fitriyanto, para instruktur, serta tamu undangan lainnya.

Pelepasan santri angkatan ke-34 juga menjadi momentum untuk mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pendidikan vokasi bagi generasi muda. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) yang memberikan beasiswa kepada 10 santri. Delapan santri menempuh pendidikan di RGI Depok, Sementara itu, dua santri lainnya mengikuti Program Rekayasa Perangkat Lunak di RGI Surabaya.

Dalam sambutannya, Perwakilan Direktur LAZWaf Al Azhar Drs. Ali Subekhan, M.A., menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikan di Rumah Gemilang Indonesia. Menurutnya, kelulusan ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para alumni untuk mengabdikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di tengah masyarakat maupun dunia kerja.

Ali kemudian mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh adab yang menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan dan karier.

“Skill atau keterampilan dan knowledge bisa dipelajari secara mandiri, tetapi adab harus ditanamkan dengan baik sejak dini. Saya optimistis alumni RGI mampu bersaing karena telah memiliki bekal yang mendukung untuk siap terjun langsung ke dunia kerja,” ujarnya.

Menurut Ali, perpaduan antara kompetensi, karakter, dan etos kerja akan menjadi modal penting bagi para lulusan untuk menghadapi persaingan di dunia profesional.

Senada dengan itu, Division Head Human Capital PALYJA, Fiony Aldriany, mengatakan pihaknya bangga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan pemuda produktif melalui program beasiswa di RGI. Menurutnya, investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda yang memiliki semangat untuk terus belajar dan berkembang.

“Kami berharap seluruh santri dapat terserap di dunia kerja, menjadi pribadi yang mandiri, serta mampu memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami juga berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan para santri setelah lulus dan berharap dapat terus menjadi bagian dari perjalanan serta kesuksesan mereka di masa depan,” katanya.

Ia berharap para lulusan terus belajar, berkarya, dan mampu menjadi insan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Direktorat Dakwah dan Sosial H. Data, M.Pd., mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perlu dimanfaatkan secara bijaksana agar tidak mengurangi kemampuan berpikir kritis.

“Bekal sejati lulusan RGI bukanlah materi, melainkan ilmu dan nasihat untuk menghadapi tantangan zaman. Karena itu, kita harus banyak berpikir mencari solusi, bukan menumpuk pikiran. Saat kembali ke masyarakat, jagalah empat pilar utama berdasarkan Surah Luqman, yaitu memperkuat akidah, menghiasi diri dengan akhlak mulia dan rendah hati, menjaga konsistensi ibadah, serta menjadi agen perubahan yang menebarkan kebaikan,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, RGI juga memberikan apresiasi kepada santri berprestasi. Lala Surya Fitri dinobatkan sebagai Santri Terbaik I Angkatan ke-34. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan meraih penghargaan tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya.

“Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada RGI, Pak Izat, LAZWaf Al Azhar, serta seluruh pihak yang telah membimbing dan mendukung saya hingga berada di titik ini. Ke depan, saya berharap bisa menjadi pribadi yang sukses dan mandiri secara finansial agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Lala juga mendoakan seluruh pimpinan, ustaz, dan pengajar RGI agar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan atas ilmu yang telah diberikan. Menurutnya, RGI telah menjadi jembatan bagi pemuda yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Melalui pelepasan Angkatan ke-34 ini, Rumah Gemilang Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter. Dukungan berbagai mitra, seperti PALYJA dan Bank Jakarta, diharapkan semakin memperluas akses pendidikan vokasi bagi pemuda Indonesia sehingga semakin banyak lulusan yang mampu mandiri, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA