Nyala Ramadan: LAZ Al Azhar Terus Dampingi Penyintas Bencana di Sumatera

Nyala Ramadan: LAZ Al Azhar Terus Dampingi Penyintas Bencana di Sumatera


Risdawati
02/02/2026
23 VIEWS
SHARE

Jakarta, (02/2) – Rentetan bencana alam masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan kerusakan permukiman serta memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal. Dalam situasi pascabencana, para penyintas dihadapkan pada tantangan berat untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memulihkan kehidupan mereka.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kehadiran kepedulian sosial yang berkelanjutan. Tidak hanya dalam bentuk bantuan darurat, tetapi juga dukungan yang mampu menjawab kebutuhan pemulihan jangka menengah dan panjang bagi masyarakat terdampak.

Dalam konteks inilah, Nyala Ramadan dihadirkan sebagai kerangka kepedulian yang berangkat dari nilai-nilai Ramadan. Nyala Ramadan dimaknai sebagai upaya menyalakan kembali harapan melalui niat baik, kepedulian, dan aksi nyata yang dilakukan secara bersama-sama. Setiap bentuk kebaikan, sekecil apa pun, dipandang memiliki peran dalam menguatkan mereka yang sedang berada dalam masa sulit.

Nyala Ramadan menempatkan Ramadan tidak hanya sebagai waktu peningkatan ibadah personal, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Nilai berbagi, kepedulian, dan gotong royong menjadi landasan untuk terus menghadirkan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Sebagai bagian dari penerapan nilai tersebut, LAZ Al Azhar terus melakukan pendampingan bagi para penyintas bencana di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, salah satu fokus penanganan dilakukan di wilayah Sumatera melalui pembangunan Rumah Sehat Layak Huni (RUSLI) bagi keluarga yang rumahnya rusak berat atau tidak lagi dapat dihuni.

Pembangunan RUSLI diarahkan untuk mendukung proses pemulihan secara berkelanjutan dengan menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak. Rumah menjadi fondasi penting bagi penyintas untuk memulihkan rasa aman, menjaga kesehatan keluarga, serta menata kembali kehidupan pascabencana.

Melalui dukungan masyarakat dan pendampingan yang berkelanjutan, LAZ Al Azhar berkomitmen untuk terus hadir bersama para penyintas. Nyala Ramadan menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial yang dijalankan secara konsisten dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka yang sedang berupaya bangkit kembali.

 

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA