Sosok inspiratif hadir dari seorang ibu rumah tangga sekaligus guru ngaji bernama Neni. Di tengah kesibukannya mengurus keluarga dan membimbing anak-anak mengaji di lingkungannya, Neni kini sukses mengembangkan usaha peternakan domba. Keberhasilan ini bermula dari Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) yang didampingi oleh LAZ Al Azhar bersama KUA Pamulihan.
Langkah Awal Mengubah Keadaan
Sehari-hari, Neni dikenal sebagai pribadi yang aktif dan dekat dengan masyarakat melalui perannya sebagai pendidik Al-Qur’an. Namun, di balik pengabdiannya, ia memiliki tekad kuat untuk membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga, mengingat kondisi ekonomi mereka sebelumnya cukup terbatas. Penghasilan yang ada kala itu dirasa belum mampu mencukupi kebutuhan hidup secara optimal.
Titik balik kehidupan Neni dimulai saat ia memutuskan untuk bergabung dalam program pemberdayaan tersebut. Melalui serangkaian pendampingan, pelatihan, serta bantuan modal usaha, Neni mulai menekuni usaha ternak domba bersama suaminya. Ia mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari manajemen pakan dan perawatan kesehatan ternak hingga teknik pencatatan usaha yang sederhana.
Ketekunan yang Membuahkan Kemandirian
Kesabaran dan ketekunan Neni akhirnya membuahkan hasil yang nyata. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena kini hasil ternak tersebut dapat membantu menopang ekonomi keluarga secara signifikan. Selain mampu memenuhi kebutuhan harian, ia bahkan mulai bisa menyisihkan penghasilan untuk menabung sedikit demi sedikit.
Menariknya, perubahan yang dirasakan Neni tidak hanya menyentuh aspek finansial, tetapi juga memperkuat sisi spiritualnya. Program ini memotivasinya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan lebih disiplin dalam beragama. Sebagai guru ngaji, ia merasa semakin bersemangat menyebarkan ilmu kepada masyarakat karena merasa hidupnya kini jauh lebih tenang dan berkah.
Harmoni Ekonomi dan Keberkahan
Bagi Neni, program pendampingan yang menyentuh sisi ekonomi sekaligus spiritual ini adalah kekuatan utama. Ia merasa usahanya tidak sekadar berkembang secara materi, tetapi juga membawa kedamaian batin bagi keluarganya.
Kisah Neni menjadi bukti nyata bahwa seorang perempuan dengan peran ganda tetap mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan perannya sebagai pendidik agama. Semangatnya membuktikan bahwa keberkahan akan selalu menyertai setiap ikhtiar yang sungguh-sungguh.