Mengapa Tren Raw Milk Perlu Diwaspadai? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Tren Raw Milk Perlu Diwaspadai? Ini Penjelasan Ilmiahnya


Risdawati
06/07/2026
16 VIEWS
SHARE

Belakangan ini, raw milk atau susu mentah yang diminum langsung setelah diperah tanpa melalui proses pasteurisasi semakin populer di media sosial. Susu ini kerap dipromosikan sebagai pilihan yang lebih alami dengan kandungan gizi yang dianggap lebih utuh dibandingkan susu yang telah dipasteurisasi.

Namun, di balik tren tersebut, para ahli kesehatan masyarakat justru menyuarakan kekhawatiran. Bukan hanya karena risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui susu mentah, tetapi juga karena semakin banyak informasi kesehatan di media sosial yang tidak didukung bukti ilmiah. Emily Denniss, dosen sekaligus pakar gizi kesehatan masyarakat dari Universitas Deakin, menilai fenomena ini mencerminkan meningkatnya pengaruh influencer dalam membentuk persepsi publik, bahkan ketika klaim yang disampaikan bertentangan dengan hasil penelitian ilmiah.

Lantas, benarkah susu mentah lebih sehat?

Apa Kata Para Ahli tentang Raw Milk?

Sebagian pendukung raw milk berpendapat bahwa proses pasteurisasi dapat mengurangi kandungan nutrisi susu. Salah satunya disampaikan oleh Adam Strupek, advokat kesehatan dan kebugaran holistik di Brisbane. Ia meyakini bahwa pasteurisasi memang membunuh bakteri berbahaya, tetapi juga dapat merusak sebagian nutrisi dan enzim laktase.

Namun, Emily Denniss menjelaskan bahwa klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah. Menurutnya, susu, baik mentah maupun yang telah dipasteurisasi, memang tidak mengandung enzim laktase. Sementara itu, tujuan utama pasteurisasi bukanlah mengurangi nilai gizi, melainkan membunuh bakteri penyebab penyakit agar susu lebih aman dikonsumsi.

Mengapa Susu Mentah Berisiko?

Salah satu bahaya utama susu mentah adalah kemungkinan terkontaminasi bakteri Brucella, penyebab penyakit Brucellosis. Bakteri ini hidup di organ reproduksi dan kelenjar susu sapi, kambing, maupun domba sehingga dapat ikut terbawa saat susu diperah.

Karena berukuran sangat kecil, Brucella tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyaring susu. Pasteurisasi menjadi cara yang terbukti efektif untuk membunuh bakteri tersebut sebelum susu dikonsumsi.

Risiko ini bukan sekadar dugaan. Meta-analisis yang menghimpun 69 penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu mentah dan produk olahannya menyumbang sekitar 33,9 persen hingga 100 persen kasus Brucellosis pada manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa susu yang tidak dipasteurisasi merupakan salah satu jalur utama penularan penyakit tersebut.

Di Indonesia, Brucellosis juga masih menjadi penyakit endemis di sejumlah sentra peternakan sapi perah, terutama di Pulau Jawa. Penelitian Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat menemukan 13,6 persen pekerja kandang sapi perah memiliki antibodi Brucellosis, baik akibat kontak langsung dengan ternak maupun konsumsi susu mentah.

Kekhawatiran serupa disampaikan ahli mikrobiologi CSIRO, Cathy McAuley. Menurutnya, bakteri tidak hanya dapat berasal dari hewan, tetapi juga dari lingkungan saat proses pemerahan. Karena itu, pasteurisasi tetap menjadi langkah penting untuk memastikan susu aman diminum.

Waspadai Gejala Brucellosis

Gejala Brucellosis sering kali menyerupai flu sehingga mudah diabaikan. Penderitanya dapat mengalami demam yang naik turun, menggigil, berkeringat berlebihan, nyeri sendi, serta kelelahan berkepanjangan.

Jika tidak ditangani dengan antibiotik yang tepat, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti peradangan jantung (endokarditis), pembengkakan hati, hingga gangguan kesuburan.

Cara Aman Mengonsumsi Susu

Susu tetap merupakan sumber protein, kalsium, dan berbagai zat gizi penting. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan susu telah diolah dengan aman sebelum dikonsumsi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

a. Memilih susu yang telah dipasteurisasi atau diproses dengan teknologi UHT;

b. Merebus susu segar hingga mendidih apabila membelinya langsung dari peternak;

c. Memastikan keju atau produk olahan susu dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi.

Pada akhirnya tren kesehatan dapat menjadi inspirasi untuk menerapkan gaya hidup yang lebih baik. Namun, sebelum mengikutinya, pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang tepercaya dan didukung bukti ilmiah. Sebab, sesuatu yang tampak alami belum tentu lebih aman. Dalam kasus raw milk, proses pasteurisasi justru menjadi langkah sederhana yang dapat melindungi kita dari risiko penyakit seperti Brucellosis.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA