Di Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebuah semangat baru mulai tumbuh di tengah kegiatan Saung Ilmu. Salah satu sosok yang menjadi inspirasi adalah Rizal (27 tahun), seorang mantan anak jalanan yang kini membulatkan tekad untuk kembali memeluk hangatnya ajaran Al-Qur'an dan menata ulang hidupnya.
Sejatinya, Rizal bukanlah orang baru dalam mengenal agama. Sejak kecil, ia rutin mengaji di musala-musala desa, dan dasar-dasar ilmu tersebut masih melekat kuat di ingatannya hingga kini. Namun, lemahnya kontrol lingkungan dan pergaulan membawanya masuk ke “dunia hitam”. Bertahun-tahun ia menjalani hidup sebagai anak punk di jalanan, hingga pada titik terendah ia mengalami overdosis zat terlarang yang berdampak serius pada kondisi fisiknya.
Allah Swt memiliki cara yang indah untuk memanggil hamba-Nya kembali. Berawal dari rasa penasaran saat memperhatikan kegiatan di Saung Ilmu yang letaknya berdekatan dengan rumahnya, hati Rizal perlahan terketuk dan mulai terbuka. Tanpa paksaan, ia merasa terpanggil untuk bergabung dalam kelas mengaji tingkat dewasa. Interaksi yang hangat dengan para pengurus Saung Ilmu di lahan wakaf tersebut semakin memantapkan langkahnya untuk meninggalkan masa lalu dan mulai memperbaiki diri.
Meski kini ia harus hidup dengan keterbatasan fisik akibat dampak masa lalunya, Rizal memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Setiap hari, ia berjuang membantu perekonomian keluarganya dengan berjualan aneka gorengan secara keliling. Semangatnya untuk bekerja secara halal berjalan beriringan dengan tekadnya dalam memperdalam ilmu agama.
Dalam setiap langkah hijrahnya, Rizal membawa sejuta harapan. Ia mendambakan kesembuhan agar dapat kembali sehat dan beraktivitas secara normal. Ia juga berharap mampu meraih kemandirian ekonomi agar dapat menafkahi keluarganya dengan lebih layak. Lebih dari itu, Rizal memohon kekuatan untuk terus istiqamah mempelajari Al-Qur’an dan menebar kebaikan, agar cahaya hidayah yang telah ia rasakan dapat terus terjaga hingga akhir hayat.