Tasikmalaya, (10/1) – Kelompok Tani (Poktan) Sarimukti di Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, secara resmi memulai musim tanam padi dengan menerapkan standarisasi teknis budidaya dan dukungan permodalan mandiri bagi para anggotanya, Sabtu (10/1).
Dalam proses kali ini, para petani menekankan akurasi jarak tanam melalui metode penggarisan lahan pada kondisi tanah jenuh air atau macak-macak guna memastikan distribusi nutrisi dan cahaya matahari yang optimal bagi setiap rumpun padi.
Penerapan pola tanam yang teratur ini diproyeksikan dapat meningkatkan efisiensi perawatan, memudahkan pengendalian gulma, serta menghasilkan kualitas panen yang lebih seragam. Perwakilan kelompok tani menyatakan bahwa langkah teknis ini merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pertanian yang lebih baik sejak awal masa tanam.
“Menggaris bukan sekadar teknis, tetapi ikhtiar awal untuk menata keteraturan, karena tanaman yang ditanam dengan tertib akan memudahkan perawatan hingga proses panen nantinya,” ungkap salah satu pengurus Poktan Sarimukti.
Guna mendukung operasional di lapangan, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Poktan Sarimukti juga menggulirkan pembiayaan melalui program RPP dengan skema pesanan di muka atau akad bai’ salam kepada 15 orang anggota. Nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp7,7 juta, atau setara dengan 1.100 kg Gabah Kering Giling (GKG). Dukungan modal ini diharapkan menjadi penopang utama agar petani dapat fokus sepenuhnya pada proses budidaya tanpa terbebani kebutuhan biaya produksi di awal.
Skema pembiayaan ini tidak hanya menjadi transaksi keuangan, melainkan bentuk kepercayaan untuk membangun sistem pertanian yang adil, produktif, dan berkelanjutan. Melalui tata kelola yang benar dan konsistensi dalam penerapan teknis, pihak kelompok tani berharap setiap benih yang ditanam mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi. Target akhirnya adalah membuktikan bahwa dengan niat dan tata kelola yang profesional, pertanian rakyat di Tasikmalaya mampu berdiri tegak dan memberikan harapan bagi masa depan ketahanan pangan daerah.