Di sebuah sudut Desa Haurngombong, aroma pakan ternak dan udara perbukitan menjadi saksi perubahan besar dalam hidup Yaya. Bagi Yaya, kandang domba bukan lagi sekadar tempat bekerja yang melelahkan, melainkan ruang tempat ia menemukan kembali arti keseimbangan hidup.
Keluar dari Lingkaran Tradisional
Dulu, keseharian Yaya berjalan apa adanya. Ia memelihara domba dengan ilmu seadanya yang didapat secara turun-temurun. Tanpa jadwal pakan yang jelas dan tanpa catatan keuangan yang rapi, usaha ternaknya berjalan di tempat. Di tengah peluh dan kesibukan fisik yang menyita waktu, Yaya kerap merasa ada yang kosong; urusan spiritualitas kerap tersisih oleh urusan duniawi yang tak kunjung usai.
Keadaan mulai bergeser saat Yaya merapatkan barisan dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Haurngombong Gemilang. Di sana, ia tidak hanya menemukan rekan sejawat, tetapi juga sebuah ekosistem yang memaksa dirinya untuk tumbuh lebih besar dari sebelumnya.
Merawat Ternak, Menata Batin
Di KSM ini, Yaya belajar bahwa peternakan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan otot. Melalui pendampingan yang intens, ia mulai akrab dengan manajemen pakan dan teknik penggemukan yang terukur. Hasilnya nyata: kesehatan domba-dombanya lebih terjaga dan bobotnya naik lebih cepat. Catatan usaha yang dulunya nihil, kini menjadi kompas yang menunjukkan arah peningkatan pendapatannya.
Namun, kejutan terbesar justru datang dari sisi batin. Setiap pertemuan kelompok disisipi dengan siraman rohani yang menyentuh aspek kejujuran dan amanah dalam berbisnis. Hal ini mengubah cara pandang Yaya secara total. Baginya, setiap keuntungan yang didapat harus memiliki akar yang kuat pada keberkahan.
Kini, Yaya menjadi lebih disiplin. Ia tidak lagi menunda waktu salat hanya karena urusan kandang. Sebaliknya, ketaatannya beribadah justru menjadi bahan bakar utama yang membuatnya lebih bersemangat dalam bekerja.
“Alhamdulillah, setelah ikut KSM, saya bukan hanya belajar beternak yang lebih baik, tetapi juga diingatkan untuk lebih dekat kepada Allah. Sekarang saya lebih semangat ibadah dan merasa usaha ini lebih berkah,” ungkap Yaya.
Buah dari Kemandirian
Kisah Yaya adalah bukti bahwa pemberdayaan masyarakat yang paling efektif adalah yang menyentuh sisi ekonomi sekaligus karakter pelakunya. KSM Haurngombong Gemilang telah berhasil mengubah seorang peternak tradisional menjadi sosok yang lebih mandiri dan profesional.
Yaya kini menatap masa depan dengan optimisme yang berbeda. Ia berharap semangatnya bisa menular kepada warga sekitar, menunjukkan bahwa sektor peternakan domba adalah ladang emas yang bisa menghidupi keluarga sekaligus menentramkan jiwa jika dikelola dengan hati yang tulus.