Isra Mikraj dalam Al-Qur’an: Deretan Ayat dan Amalan yang Dianjurkan

Isra Mikraj dalam Al-Qur’an: Deretan Ayat dan Amalan yang Dianjurkan


Risdawati
16/01/2026
22 VIEWS
SHARE

Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Al-Qur’an dan hadis. Ia bukan sekadar kisah perjalanan luar biasa Rasulullah saw dalam satu malam, tetapi juga peristiwa penuh makna yang menegaskan kekuasaan Allah Swt, kemuliaan Nabi Muhammad saw, serta fondasi penting ibadah salat bagi umat Islam. Karena itulah, Isra Mikraj selalu diperingati sebagai momentum refleksi iman dan penguatan kualitas ibadah.

Al-Qur’an secara tegas mengabadikan peristiwa Isra Mikraj melalui sejumlah ayat yang menjadi landasan keyakinan umat Islam. Ayat-ayat ini tidak hanya menegaskan kebenaran peristiwa tersebut, tetapi juga mengandung pelajaran mendalam tentang keimanan, ketaatan, dan tanggung jawab seorang hamba di hadapan Allah Swt. Dari ayat-ayat inilah kemudian lahir berbagai hikmah dan amalan yang dianjurkan untuk diamalkan, khususnya saat memperingati Isra Mikraj.

Apa Itu Isra Mikraj?

Secara istilah, Isra Mikraj terdiri dari dua rangkaian perjalanan Rasulullah saw yang saling berkaitan. Isra adalah perjalanan malam Rasulullah saw dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Adapun Mikraj adalah perjalanan lanjutan dari Masjidil Aqsa menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Seluruh perjalanan ini terjadi dalam satu malam sebagai mukjizat yang Allah karuniakan khusus kepada Nabi Muhammad saw.

Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada masa yang berat dalam kehidupan Rasulullah saw, yaitu setelah wafatnya Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib, yang dikenal sebagai ‘Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Dalam kondisi penuh duka dan tekanan itulah Allah Swt memperjalankan Rasul-Nya, sebagai bentuk penghiburan sekaligus penguatan risalah kenabian. Dari peristiwa inilah Rasulullah saw menerima perintah salat lima waktu secara langsung, yang menjadi tiang agama bagi umat Islam.

Ayat Tentang Isra Mikraj yang Terbukti dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an menegaskan peristiwa Isra Mikraj melalui beberapa ayat kunci yang menjadi rujukan utama umat Islam. Ayat paling jelas adalah firman Allah Swt dalam Surah Al-Isra ayat 1:

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra: 1)

Ayat ini menegaskan bahwa perjalanan Isra merupakan kehendak langsung Allah Swt dan termasuk bagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Penyebutan Rasulullah saw sebagai hamba-Nya menunjukkan kemuliaan tertinggi seorang manusia terletak pada ketundukan dan ketaatan kepada Allah.

Selain itu, isyarat kuat tentang peristiwa Mikraj termaktub dalam Surah An-Najm ayat 12–15:

“Apakah kamu hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sungguh, dia telah melihatnya pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.” (QS. An-Najm: 12–15)

Ayat-ayat ini menguatkan bahwa Rasulullah saw benar-benar menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah Swt di tempat tertinggi, Sidratul Muntaha. Dengan demikian, Isra Mikraj dipahami sebagai peristiwa nyata yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an, bukan sekadar kisah simbolik.

Lima Amalan Isra Mikraj yang Dianjurkan

Peringatan Isra Mikraj tidak disertai dengan ibadah khusus yang bersifat wajib. Namun, para ulama menganjurkan umat Islam untuk mengisinya dengan amalan-amalan yang bernilai ibadah dan perbaikan diri. Berikut beberapa amalan yang lazim dianjurkan untuk diamalkan.

Pertama, memperbaiki kualitas salat lima waktu.

Salat merupakan inti dari peristiwa Isra Mikraj karena perintah ini diterima Rasulullah saw secara langsung dari Allah Swt. Oleh karena itu, momentum Isra Mikraj menjadi saat yang tepat untuk menata kembali kedisiplinan, kekhusyukan, dan kesadaran dalam menunaikan salat lima waktu.

Kedua, memperbanyak zikir dan doa.

Mengingat Allah Swt melalui zikir dan doa membantu menenangkan hati serta memperkuat kesadaran iman. Amalan ini sangat relevan dengan makna Isra Mikraj sebagai peristiwa kedekatan hamba dengan Tuhannya.

Ketiga, membaca dan merenungi Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an, khususnya ayat-ayat yang berkaitan dengan Isra Mikraj, dianjurkan untuk menumbuhkan pemahaman dan penghayatan terhadap kebesaran Allah Swt serta kebenaran risalah Nabi Muhammad saw.

Keempat, melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Isra Mikraj hendaknya tidak diperingati secara seremonial semata. Melalui muhasabah, seorang Muslim diajak menilai kembali kualitas ibadah, kejujuran, serta tanggung jawab moral dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima, mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.

Mengisi peringatan Isra Mikraj dengan pengajian, santunan, dan kegiatan kebersamaan menjadi wujud pengamalan nilai Islam yang seimbang antara hubungan dengan Allah Swt dan hubungan dengan sesama manusia.

 

Author: Nurul Aisyah Rahmawati

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA