Kita menyambut hari raya dengan suka cita, semangat menyembelih hewan kurban, lalu membagikannya kepada sesama. Takbir berkumandang, keluarga berkumpul, dan kebahagiaan mengalir di banyak tempat. Namun, di Palestina, sebagian anak-anak dan perempuan justru merayakan Iduladha dari balik jeruji penjara Israel.
Di tengah suasana hari raya, sebanyak 360 anak Palestina dan 84 tahanan perempuan dilaporkan masih berada dalam tahanan Israel. Mereka menjalani Iduladha jauh dari keluarga, tanpa pelukan orang tua, tanpa hangatnya rumah, bahkan tanpa kepastian kapan kebebasan akan kembali mereka rasakan.
Hari raya yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi pengingat tentang luka kemanusiaan yang belum usai di Palestina.
Dikutip dari Middle East Monitor, pernyataan yang dikeluarkan oleh organisasi nonpemerintah Palestinian Prisoners Society, Kepala organisasi tersebut, Abdullah Al-Zaghari, menyebutkan bahwa para tahanan itu termasuk bagian dari sekitar 9.400 warga Palestina yang masih ditahan Israel hingga saat ini.
Tak hanya itu, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa banyak tahanan Palestina menghadapi kondisi penahanan yang berat. Mereka disebut mengalami kekurangan makanan, pembatasan akses kesehatan, hingga perlakuan yang tidak manusiawi selama berada di penjara.
Anak-anak Palestina menjadi kelompok yang paling rentan. Di usia yang seharusnya dipenuhi permainan, pendidikan, dan kasih sayang keluarga, mereka justru harus menghadapi ruang tahanan, pemeriksaan, dan perpisahan panjang dengan orang tua mereka.
Sementara itu, para tahanan perempuan Palestina juga menjalani hari raya dalam tekanan psikologis yang besar. Sebagian dari mereka ditahan tanpa kepastian proses hukum yang jelas, serta menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar selama berada di penjara.
Kondisi ini kembali mengingatkan dunia bahwa konflik di Palestina bukan hanya tentang wilayah dan politik, tetapi juga tentang manusia, keluarga, dan masa depan anak-anak yang terampas.
Di saat banyak umat Muslim merayakan Iduladha dengan kebahagiaan, rakyat Palestina masih berjuang mempertahankan harapan di tengah kehilangan dan penderitaan. Solidaritas, doa, dan kepedulian kemanusiaan menjadi hal kecil yang tetap bisa kita kirimkan untuk mereka yang belum benar-benar merasakan arti kebebasan. Sebab, di balik perayaan hari raya, masih ada banyak suara yang belum sempat merasakan damainya Iduladha.
Foto: Quds News