Syifaudin: Dari Santri Mengabdi Menjadi Juragan Kambing Etawa yang Pantang Menyerah

Syifaudin: Dari Santri Mengabdi Menjadi Juragan Kambing Etawa yang Pantang Menyerah


Risdawati
22/01/2026
15 VIEWS
SHARE

Bagi Syifaudin, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu akhirat. Pemuda berusia 25 tahun ini membuktikan bahwa pendidikan agama di bawah bimbingan Gus Kautsar di Ploso, Kabupaten Kediri, mampu membentuk sosok wirausaha tangguh. 

Perjalanannya di dunia peternakan kambing etawa dimulai dari kesabaran dan ketekunan. Pada masa awal belajar, Syifaudin pernah kehilangan 20 ekor kambing sekaligus. Kejadian pahit ini tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, pengalaman itu menjadi laboratorium untuk mempelajari anatomi hewan dan penyakit ternak dengan lebih mendalam, sehingga ia mampu meningkatkan kualitas pemeliharaan kambingnya. 

Hasil kerja kerasnya kini terlihat jelas. Syifaudin dikenal sebagai peternak dengan “tangan dingin”, yang mampu menjaga kesehatan kambing etawa secara optimal. Susu perah dari ternaknya disajikan dalam berbagai varian rasa dan dapat dinikmati langsung di tempat atau melalui proses pasteurisasi agar lebih tahan lama. Produk ini pun diminati oleh pekerja dari sektor energi, termasuk PLTU dan Pertamina, yang mengandalkan susu sebagai suplemen alami untuk mendukung kesehatan di tengah pekerjaan yang padat.

Selain menjaga kualitas produk, Syifaudin juga menekankan pentingnya kolaborasi. Saat ini, ia menggandeng KSM Kutut Manggung untuk memperluas pengembangbiakan ternak dan distribusi susu etawa. Langkah ini tidak hanya memperkuat usaha pribadinya, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat desa yang terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi. 

Kisah Syifaudin menjadi pengingat bahwa latar belakang pendidikan agama dan keberhasilan ekonomi bisa berjalan beriringan. Kesabaran, keberanian untuk bangkit dari kegagalan, dan semangat kolaborasi menjadi kunci untuk meraih kesuksesan yang berkelanjutan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA