Magelang, (13/1) - Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian hortikultura di Dusun Ngowah, Desa Bateh, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang terus menunjukkan perkembangan positif. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Maju Makmur Gemilang berhasil melaksanakan panen buncis secara bertahap di lahan hortikultura milik ketuanya, Sumadi, dengan pendampingan Da’i Sahabat Masyarakat (Dasamas) Jawa Tengah.
Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program Kampung Zakat Bateh, yakni wilayah binaan zakat di Desa Bateh yang difokuskan pada penguatan ekonomi dan kemandirian masyarakat. Proses budidaya buncis tersebut memerlukan waktu sekitar dua bulan, mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman sebelum akhirnya memasuki masa panen.
Selama proses budidaya, Dasamas Jawa Tengah, Ustaz Herman Asyifa melakukan pendampingan teknis kepada petani, khususnya dalam pengelolaan tanaman hortikultura, guna menjaga produktivitas tanaman di tengah tantangan hama dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Berdasarkan laporan di lapangan, panen buncis yang dilakukan sebanyak lima kali menghasilkan total sekitar 115 kilogram. Dari hasil panen tersebut, Sumadi memperoleh pendapatan akumulatif sekitar Rp500.000. Pendapatan inidimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga serta menunjang biaya pendidikan anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Sumadi menilai budidaya hortikultura seperti tanaman buncis memiliki prospek yang cukup menjanjikan bagi masyarakat pedesaan. Dibandingkan dengan tanaman tahunan seperti kelapa, durian, atau nangka yang hanya dipanen satu kali dalam setahun, buncis dapat dipanen lebih cepat dan berulang dalam jangka waktu relatif singkat.
Melalui pendampingan Dasamas, diharapkan pengembangan pola tanam hortikultura di Kampung Zakat Bateh, khususnya di Dusun Ngowah, dapat terus digalakkan dan menjadi contoh bagi warga lainnya dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.