Tata Cara Khutbah Jumat Sesuai Sunah Lengkap dengan Rukunnya

Tata Cara Khutbah Jumat Sesuai Sunah Lengkap dengan Rukunnya


Risdawati
30/01/2026
34 VIEWS
SHARE

Setiap pelaksanaan Salat Jumat, seorang Muslim terbiasa mendengarkan nasihat keagamaan yang dikenal sebagai khutbah. Karena disampaikan secara rutin setiap pekan, bagi sebagian jamaah khutbah Jumat kerap terasa biasa.

Padahal, di balik kesan tersebut, khutbah Jumat memiliki kedudukan yang sangat menentukan sah atau tidaknya Salat Jumat itu sendiri. Khutbah bukan sekadar ceramah keagamaan, melainkan bagian inti dari ibadah yang terikat dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Atas dasar itulah, pembahasan mengenai khutbah Jumat tidak dapat dilepaskan dari pemahaman yang benar dan utuh tentang unsur-unsur di dalamnya. Pemahaman yang tepat menjadi penting, mengingat dalam praktik sehari-hari masih banyak khatib yang belum membedakan secara jelas antara rukun, syarat sah, dan sunah khutbah Jumat.

Untuk itu, artikel ini akan mengulas tata cara khutbah Jumat sesuai sunah, dimulai dari rukun-rukunnya, syarat sah pelaksanaannya, hingga sunah-sunah yang dianjurkan.

Lima Rukun Khutbah Jumat

Memahami rukun-rukun khutbah Jumat merupakan hal yang sangat penting, karena rukun inilah yang menjadi fondasi utama khutbah dan tidak boleh ditinggalkan. Tanpa terpenuhinya rukun-rukun tersebut, khutbah Jumat tidak sah, sebaik apa pun isi dan penyampaiannya.

Oleh karena itu, berikut lima rukun khutbah Jumat yang wajib dipahami dan dipenuhi:

1. Mengucapkan hamdalah

2. Bersalawat kepada Rasulullah saw

3. Memberikan wasiat takwa

4. Membaca ayat Al-Qur’an

5. Mendoakan kebaikan bagi kaum mukminin

Rukun khutbah memang disusun secara ringkas. Namun, kerangka yang sederhana inilah yang menegaskan bahwa khutbah mengutamakan substansi dan kedalaman makna, bukan panjangnya ucapan.

Syarat Sah Pelaksanaan Khutbah Jumat

Selain memenuhi rukun, khutbah Jumat juga harus dilaksanakan sesuai dengan syarat sah agar Salat Jumat dinilai sah secara syariat. Syarat-syarat ini berkaitan dengan pihak yang menyampaikan khutbah, waktu pelaksanaannya, serta tata cara pelaksanaannya.

Adapun beberapa syarat sah khutbah Jumat antara lain sebagai berikut:

1. Khatib adalah laki-laki Muslim yang telah baligh

2. Khutbah disampaikan dengan berdiri bagi yang mampu dan dilakukan di atas mimbar

3. Rukun khutbah dibacakan dalam bahasa Arab, sedangkan nasihat boleh menggunakan bahasa setempat

4. Terdapat duduk sejenak di antara dua khutbah

5. Jamaah duduk dengan tenang dan mendengarkan khutbah

6. Khutbah dilaksanakan setelah matahari tergelincir atau telah masuk waktu Zuhur

Terkait durasi khutbah, Rasulullah saw justru menganjurkan khutbah yang singkat namun sarat makna, sehingga pesan takwa dapat tersampaikan secara efektif.

Sunah-Sunah dalam Khutbah Jumat

Selain rukun dan syarat sah, terdapat pula sunah-sunah dalam khutbah Jumat. Sunah ini tidak memengaruhi keabsahan khutbah, tetapi berfungsi menyempurnakan dan memperindah penyampaian khutbah sesuai dengan teladan Nabi Muhammad saw.

Beberapa sunah khutbah Jumat yang dianjurkan antara lain:

1. Membuka khutbah dengan hamdalah dan salawat Ibrahimiyah

2. Mengangkat tema yang aktual dan relevan dengan kehidupan umat, seperti zakat dan dampaknya terhadap kesejahteraan sosial

3. Menutup khutbah dengan salam serta doa bagi kaum Muslimin

4. Menyampaikan khutbah dengan suara yang jelas dan tegas, serta pandangan yang menyapu jamaah

Dengan menyentuh realitas kehidupan umat, pesan takwa pun menjadi lebih dekat, hidup, dan membumi.

Khutbah Jumat bukan sekadar rangkaian kata yang disampaikan sebelum salat, melainkan bagian penting dari ibadah yang memiliki ketentuan khusus. Memahami rukun, syarat sah, dan sunah khutbah Jumat merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga kesempurnaan ibadah.

Dengan pelaksanaan khutbah yang sesuai tuntunan, diharapkan pesan takwa tidak hanya terdengar, tetapi juga meresap ke dalam hati dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA