Mengapa Surah Al-Ikhlas Disebut Sepertiga Al-Qur’an

Mengapa Surah Al-Ikhlas Disebut Sepertiga Al-Qur’an


Risdawati
19/01/2026
17 VIEWS
SHARE

Surah Al-Ikhlas merupakan salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an, namun memiliki kedudukan yang sangat agung dalam ajaran Islam. Keistimewaannya bahkan ditegaskan langsung oleh Rasulullah saw yang menyatakan bahwa surah ini setara dengan sepertiga Al-Qur’an. Pernyataan ini sering memunculkan pertanyaan di kalangan umat Islam: apa makna di balik penyebutan tersebut, dan mengapa surah yang begitu singkat memiliki nilai sedemikian besar?

Surah Al-Ikhlas berisi penegasan paling murni tentang tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah Swt. Dalam empat ayatnya, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya. Kandungan ini menjadi inti ajaran Islam, karena seluruh bangunan keimanan dan ibadah seorang Muslim bertumpu pada pemahaman tauhid yang benar.

Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab Ushul Ats-Tsalatsah menjelaskan bahwa Surah Al-Ikhlas disebut setara dengan sepertiga Al-Qur’an karena memuat sifat-sifat Allah secara murni dan bebas dari segala bentuk kesyirikan. Surah ini memurnikan akidah seorang hamba dari penyimpangan dalam mengenal Allah, baik dalam bentuk penyembahan berhala, penyerupaan Allah dengan makhluk, maupun keyakinan bahwa Allah memiliki anak atau sekutu.

Penjelasan tersebut diperkuat oleh Syekh Muhammad Khalil Harras rahimahullah, yang menerangkan bahwa Surah Al-Ikhlas mengandung sesuatu yang tidak ditemukan secara utuh dalam surah-surah lain, yaitu pemurnian tauhid secara ringkas, padat, dan tegas. Karena itulah surah ini dinamakan Al-Ikhlas, yang berarti pemurnian, sebab seluruh isinya membersihkan keyakinan dari unsur-unsur syirik dan penyimpangan akidah.

Asbabun nuzul surah ini juga menunjukkan betapa pentingnya kandungan tauhid di dalamnya. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dalam Al-Musnad, dari Ubay bin Ka‘ab radhiyallahu ‘anhu, bahwa orang-orang musyrik pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Muhammad, jelaskanlah kepada kami sifat Rabbmu.” Maka Allah Swt menurunkan Surah Al-Ikhlas sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa surah ini hadir sebagai penegasan akidah Islam di tengah berbagai keyakinan yang keliru tentang Tuhan.

Keutamaan Surah Al-Ikhlas sebagai sepertiga Al-Qur’an juga ditegaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari. Dari Abu Sa‘id radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surah itu mencakup sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Para ulama kemudian menjelaskan makna hadis ini agar tidak disalahpahami oleh umat. Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa Al-Qur’an secara garis besar memiliki tiga tujuan utama. Pertama, ayat-ayat yang berisi perintah dan larangan, yang melahirkan hukum-hukum syariat dan akhlak. Kedua, kisah-kisah umat terdahulu, janji dan ancaman, serta gambaran pahala dan azab. Ketiga, ilmu tauhid, yaitu pengenalan terhadap Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, yang merupakan tujuan paling utama dari Al-Qur’an.

Dalam kerangka ini, Surah Al-Ikhlas disebut mencakup sepertiga Al-Qur’an karena seluruh isinya berfokus pada tujuan ketiga, yakni tauhid. Surah ini mengandung tauhid al-ilmi al-i‘tiqadi, yaitu penetapan nama dan sifat Allah, serta tauhid at-tanzih, yaitu penyucian Allah dari segala kekurangan. Dua ayat pertamanya menetapkan keesaan dan kesempurnaan Allah, sedangkan dua ayat terakhirnya menafikan segala bentuk penyerupaan, keturunan, dan sekutu bagi-Nya.

Meski demikian, penting untuk memahami bahwa keutamaan Surah Al-Ikhlas sebagai sepertiga Al-Qur’an berkaitan dengan pahala, bukan keabsahan amal. Para ulama membedakan antara al-jaza’ (balasan pahala) dan al-ijza’ (keabsahan atau kecukupan suatu amal). Membaca Surah Al-Ikhlas mendatangkan pahala setara dengan membaca sepertiga Al-Qur’an, namun tidak berarti seseorang telah menggugurkan kewajiban membaca Al-Qur’an secara keseluruhan jika ia bernazar atau berniat untuk membaca sepertiga Al-Qur’an secara harfiah.

Dengan demikian, makna utama Surah Al-Ikhlas terletak pada kedalaman kandungannya, bukan pada panjang ayatnya. Surah ini mengajarkan bahwa inti ajaran Islam adalah mengenal Allah dengan benar, memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan. Inilah sebabnya Surah Al-Ikhlas memiliki kedudukan yang begitu besar, hingga Rasulullah saw menyebutnya setara dengan sepertiga Al-Qur’an.

 

Author: Nurul Aisyah Rahmawati

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA