Di tengah melimpahnya komoditas pisang, Ali Maksum (63), seorang pengrajin makanan ringan, berhasil mengoptimalkan potensi pertanian lokal menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Selama lima tahun terakhir, Ali menekuni produksi sale pisang dan lanting pilar utama ekonomi keluarganya.
Dengan memanfaatkan ketersediaan bahan baku berupa pisang raja bandung (awak) yang melimpah dari petani sekitar, Ali mampu menjaga keberlangsungan produksinya secara konsisten. Strategi pembelian bahan baku langsung dari petani ini dinilai mampu menjaga harga tetap terjangkau sekaligus memastikan perputaran uang di tingkat akar rumput tetap stabil.
Produk sale pisang goreng hasil olahannya dipasarkan dengan harga ekonomis, yakni Rp5.000 per paket. Meski harganya terjangkau, usaha ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga Ali secara signifikan.
Lebih dari sekadar mencari keuntungan pribadi, sosok yang dikenal religius ini juga melakukan upaya pemberdayaan sosial. Ali merangkul kerabatnya, Jariyah, untuk terlibat dalam proses produksi. Langkah ini bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga Jariyah guna menyokong pendapatan suaminya.
Keberadaan usaha mikro seperti yang dijalankan oleh Ali Maksum memberikan efek domino bagi perekonomian daerah. Aliran modal dari konsumen ke produsen, hingga kembali ke para petani pisang, menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.