Langkah Kecil dari Kampung Pasircau: Ikhtiar Bubun Menguatkan Ekonomi Keluarga

Langkah Kecil dari Kampung Pasircau: Ikhtiar Bubun Menguatkan Ekonomi Keluarga


Risdawati
15/04/2026
16 VIEWS
SHARE

Bubun (52 tahun) lahir dan besar di Kampung Pasircau, RT 03 RW 03, Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Sehari-hari, ia menggantungkan hidup dari berbagai pekerjaan, mulai dari bertani, berkebun, hingga pekerjaan serabutan yang datang silih berganti.

Kehidupan yang dijalani Bubun sebelumnya penuh keterbatasan. Ia belum pernah mendapatkan pelatihan keterampilan maupun pengalaman beternak. Kesempatan untuk berkembang terasa sempit, begitu pula peluang untuk menambah penghasilan.

Perubahan mulai datang ketika ia mengikuti program pemberdayaan dari LAZ Al Azhar yang hadir sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascagempa. Awalnya, Bubun terlibat dalam program Rumah Pembiayaan Pertanian. Program ini menjadi langkah awal baginya untuk mulai bergerak dan memiliki usaha tambahan.

Tidak lama kemudian, ia bergabung dengan program peternakan Kelompok Swadaya Masyarakat Sukawangi Sehati. Sejak saat itu, ia mulai menekuni usaha beternak dan telah menjalaninya selama kurang lebih satu setengah tahun.

Berbekal semangat untuk hidup lebih mandiri dan sejahtera, Bubun menjalani perannya sebagai peternak dengan sungguh-sungguh. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Cuaca sering menjadi tantangan, terutama saat musim hujan yang menyulitkan untuk mencari rumput sebagai pakan ternak.

Ia juga pernah berada di masa sulit ketika ternaknya sakit, sementara kondisi keuangan belum memungkinkan untuk penanganan yang optimal. Dalam situasi seperti itu, Bubun rela menginap di saung dekat kandang demi memastikan ternaknya tetap terjaga, meski harus mengorbankan waktu istirahat bersama keluarga.

Perlahan, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Usaha ternak yang dijalani memberikan tambahan penghasilan yang cukup berarti. Bahkan, pada momen Iduladha tahun lalu, ia memperoleh sekitar dua juta dari hasil ternaknya. Saat ini, jumlah ternak yang ia kelola telah mencapai tujuh ekor.

Perubahan tersebut turut membawa dampak bagi kehidupan keluarganya. Kebutuhan sehari-hari kini terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya, meskipun Bubun menyadari bahwa usahanya masih dalam tahap berkembang dan belum sepenuhnya mandiri.

Ke depan, ia berharap dapat memiliki modal sendiri agar bisa memperluas usahanya tanpa harus bergantung pada bantuan. Sebagai penutup, Bubun menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya.

“Program ini sangat membantu kami. Semoga para donatur dan orang-orang yang berkurban selalu diberi keberkahan, dan apa yang diberikan dapat terus membawa manfaat bagi banyak orang.” ujarnya.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA