Hadapi Kemarau Panjang, Petani Manggungsari Terapkan Manajemen Air dan Pola Tanam Baru

Hadapi Kemarau Panjang, Petani Manggungsari Terapkan Manajemen Air dan Pola Tanam Baru


Risdawati
03/05/2026
13 VIEWS
SHARE

Tasikmalaya, (30/4) – Menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian dinamis, Kelompok Tani (Poktan) Sarimukti, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar penyuluhan pertanian pada Kamis (30/4). Bertempat di Saung Ilmu Kawasan Berdikari Manggungsari, kegiatan ini menjadi langkah preventif para petani dalam memitigasi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pangan lokal.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Manggungsari, Nina Herlina, A.Md., yang hadir sebagai pemateri utama menegaskan bahwa El Nino bukan sekadar kenaikan suhu, melainkan ancaman nyata bagi ketersediaan air irigasi dan kestabilan pola tanam. Menurut Nina, petani harus beradaptasi secara cerdas agar produktivitas tidak anjlok saat puncak musim kemarau. Ia menekankan pentingnya manajemen air yang lebih efisien dan pemilihan varietas tanaman yang memiliki ketahanan terhadap kondisi minim air.

Dalam sesi edukasi tersebut, Nina memaparkan sejumlah langkah strategis yang harus segera diterapkan oleh para petani. Salah satu poin utamanya adalah optimalisasi sumber air melalui pemanfaatan sumur pantek (sumur pasak) dan embung secara kolektif untuk menjamin suplai irigasi di lahan masing-masing.

Selain manajemen air, Nina juga menyoroti pentingnya pola tanam adaptif. Petani diimbau untuk menyesuaikan jadwal tanam guna menghindari puncak musim kemarau yang berisiko menggagalkan panen. Langkah ini diperkuat dengan pemilihan benih unggul yang lebih toleran terhadap kekeringan.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas tanah juga menjadi perhatian khusus. Nina menyarankan petani untuk mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia berlebih dan beralih ke pupuk organik. Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air, sehingga kelembapan tanah dapat terjaga lebih lama meski curah hujan minim.

Ketua Poktan Sarimukti menyambut baik inisiatif PPL tersebut. Ia menilai edukasi langsung ini sangat krusial bagi para anggota kelompoknya. Harapannya, melalui penerapan strategi ini, petani Desa Manggungsari tidak hanya mampu bertahan di tengah ancaman kemarau panjang, tetapi juga tetap menjaga produktivitas demi menjamin ketahanan pangan daerah.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA