Bersih Saja Tak Cukup, Ini Cara Cuci Pakaian agar Awet

Bersih Saja Tak Cukup, Ini Cara Cuci Pakaian agar Awet


Risdawati
05/02/2026
35 VIEWS
SHARE

Mencuci pakaian merupakan aktivitas rutin yang kerap dianggap sederhana. Namun, banyak orang yang mengeluhkan pakaian cepat pudar, melar, atau rusak meski baru beberapa kali dicuci. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang mengabaikan hal-hal kecil untuk merawat pakaiannya. Maka dari itu, cara mencuci yang benar menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan daya tahan pakaian agar tetap nyaman digunakan dalam jangka waktu yang lama. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Pisahkan pakaian berdasarkan warna dan jenis bahan

Setiap pakaian memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi bahan, warna, maupun tingkat kekotorannya. Jika seluruh pakaian dicuci secara bersamaan, kemungkinan akan menyebabkan kelunturan warna dan mempercepat kerusakan kain. Oleh karena itu, pakaian sebaiknya dipilah sebelum dicuci, misalnya dengan memisahkan pakaian putih dan berwarna agar tidak kusam, bahan halus seperti sutra atau rayon juga perlu dicuci terpisah dari bahan yang lebih tebal, begitupun mencuci atasan dan bawahan secara terpisah untuk menjaga kebersihan dan kualitas pakaian.

2. Gunakan deterjen secukupnya dan sesuai jenis pakaian

Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan, pakaian akan semakin bersih. Padahal, penggunaan deterjen berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada kain yang membuat pakaian terasa kaku dan tidak nyaman dipakai. Selain itu, residu deterjen dapat mempercepat kerusakan serat kain dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan deterjen sebaiknya disesuaikan dengan jumlah pakaian, tingkat kotoran, serta jenis kain agar hasil pencucian tetap optimal tanpa merusak pakaian.

3. Perhatikan suhu air saat mencuci

Suhu air berpengaruh terhadap daya tahan pakaian. Air panas memang efektif untuk mengangkat noda tertentu dan membunuh kuman, namun jika digunakan terlalu sering dapat menyebabkan pakaian menyusut dan warna memudar. Sebaliknya, air bersuhu normal atau dingin lebih aman untuk sebagian besar pakaian sehari-hari, terutama pakaian berwarna dan berbahan lembut.

4. Balik pakaian sebelum dicuci

Permukaan luar pakaian merupakan bagian yang paling sering mengalami gesekan selama proses pencucian. Dengan membalik pakaian sebelum dicuci, gesekan langsung pada bagian luar dapat dikurangi sehingga warna dan tekstur kain lebih terlindungi. Cara ini juga efektif untuk menjaga kualitas sablon atau motif pada pakaian agar tidak cepat pudar atau terkelupas.

5. Hindari pemerasan berlebihan

Proses memeras pakaian, baik secara manual maupun menggunakan mesin, perlu dilakukan dengan hati-hati. Pemerasan yang terlalu kuat dapat merusak serat kain dan menyebabkan pakaian kehilangan bentuk aslinya. Bahan tertentu bahkan lebih rentan melar atau robek jika diperas secara berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan putaran mesin yang sesuai atau peras pakaian secukupnya agar struktur kain tetap terjaga.

6. Keringkan pakaian dengan cara yang tepat.

Tahap pengeringan menjadi penentu akhir dalam perawatan pakaian. Menjemur pakaian langsung di bawah sinar matahari memang praktis, namun paparan panas berlebih dapat membuat warna cepat pudar dan bahan kehilangan elastisitas. Mengeringkan pakaian di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik menjadi pilihan yang lebih aman. Selain itu, beberapa jenis pakaian tertentu lebih dianjurkan untuk dikeringkan dengan cara digantung atau dibentangkan agar bentuknya tetap rapi.

Mencuci pakaian bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga bagian dari upaya merawat dan memperpanjang usia pakaian. Dengan menerapkan tata cara mencuci yang tepat, pakaian dapat tetap nyaman digunakan, terlihat rapi, dan tidak cepat rusak. Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap kualitas pakaian dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mencuci dengan benar bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga pakaian tetap awet dan layak pakai.

 

Author: Fathul Nur Rosidah

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA