Tasikmalaya, (17/4) – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Harapan Jaya Desa Rajamandala menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan di Saung Ilmu, Kawasan Berdikari Rajamandala. Pertemuan tersebut difokuskan pada penyelarasan langkah petani dalam menghadapi tantangan iklim dan penguatan kelembagaan kelompok.
Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Rajamandala dan pendamping Dasamas LAZ Al-Azhar, serta diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota KSM Harapan Jaya.
PPL Desa Rajamandala memberikan edukasi intensif mengenai fenomena El Nino Godzilla. Fenomena El Nino dengan intensitas kuat ini diprediksi akan mengganggu pola tanam serta menurunkan ketersediaan air secara signifikan. Sebagai langkah antisipasi, para petani dibekali strategi penanganan terhadap tiga tantangan utama pada tanaman padi:
1. Penyebaran Hama Blas: Langkah preventif untuk mengantisipasi serangan jamur Pyricularia oryzae.
2. Pengendalian Hawar Daun: Teknis penanganan bakteri pada daun padi guna menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.
3. Manajemen Sumber Daya Air: Strategi pengelolaan air untuk bertahan menghadapi kemarau ekstrem akibat dampak El Nino.
Di sisi lain, perwakilan Dasamas LAZ Al-Azhar menekankan pentingnya penguatan internal kelompok melalui optimalisasi peran koperasi. Sektor ini dinilai vital sebagai wadah ekonomi bersama untuk mendukung keberlangsungan usaha tani para anggota.
Melalui sinergi antara penyuluhan teknis pertanian dan pendampingan ekonomi, KSM Harapan Jaya diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang. Langkah kolaboratif ini menjadi tumpuan Desa Rajamandala dalam menjaga ketahanan pangan lokal di tengah ancaman krisis iklim global.