KWT Cahaya Gemilang dan Mahasiswa KKN Unsoed Olah Limbah Jadi Pupuk Organik di Saung Ilmu

KWT Cahaya Gemilang dan Mahasiswa KKN Unsoed Olah Limbah Jadi Pupuk Organik di Saung Ilmu


Risdawati
28/01/2026
34 VIEWS
SHARE

Cilacap, (28/1) – Kelompok Wanita Tani (KWT) Cahaya Gemilang di Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, kini mulai beralih ke sistem pertanian mandiri guna menyikapi ketergantungan pada pupuk kimia. Melalui kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, para petani perempuan ini memanfaatkan lahan Saung Ilmu untuk memproduksi pupuk dan pestisida organik secara swadaya.

Fokus utama kegiatan ini adalah pengolahan limbah rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Bahan baku utama yang digunakan meliputi air cucian beras dan tetes tebu. Untuk mempercepat proses pembuatan, digunakan cairan EM4 yang mengandung bakteri pengurai. Cairan ini berfungsi mengubah nutrisi dalam air beras sehingga lebih cepat diserap oleh tanaman melalui cara penyiraman pada bagian bawah atau akar.

Selain pemenuhan nutrisi, perlindungan tanaman juga dilakukan melalui pembuatan pestisida organik. Berbeda dengan pestisida kimia, ramuan ini menggunakan bahan alami seperti bawang putih, sereh, dan tembakau. Cara pemakaiannya cukup menyemprotkan racikan tersebut ke batang dan daun guna mengantisipasi serangan hama tanpa meninggalkan sisa kimia berbahaya pada hasil panen.

Kegiatan di lahan perkebunan tersebut diakhiri dengan aksi tanam bersama. Mahasiswa KKN memberikan dukungan berupa penyaluran benih kangkung secara gratis yang langsung ditanam bersama KWT Cahaya Gemilang di lokasi. Langkah ini diharapkan menjadi penyemangat bagi anggota kelompok wanita tani untuk terus mengoptimalkan lahan perkebunan dengan pola tani yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA