Kapan Isra Mikraj 2026 di Indonesia?

Kapan Isra Mikraj 2026 di Indonesia?


Risdawati
14/01/2026
28 VIEWS
SHARE

Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang selalu diperingati umat Muslim setiap tahunnya. Selain memiliki makna keagamaan yang mendalam, peringatan Isra Mikraj juga menjadi bagian dari kalender nasional di Indonesia karena ditetapkan sebagai hari libur nasional. Oleh karena itu, menjelang bulan Rajab, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai kapan Isra Mikraj diperingati, termasuk kepastian tanggalnya dalam kalender Masehi serta statusnya sebagai tanggal merah.

Secara umum, jumhur ulama sepakat bahwa Isra Mikraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Karena kalender Hijriah bersifat lunar, maka penetapan tanggalnya dalam kalender Masehi perlu merujuk pada konversi resmi yang dilakukan pemerintah. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama, 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026. Tanggal ini juga tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Dengan mengacu pada SKB tersebut, pemerintah Indonesia menetapkan Isra Mikraj 2026 sebagai hari libur nasional. Libur peringatan Isra Mikraj diberikan selama satu hari tanpa cuti bersama tambahan. Namun, karena jatuh pada hari Jumat, peringatan Isra Mikraj 2026 tetap memberi ruang bagi umat Islam untuk memperingatinya dengan lebih khusyuk melalui berbagai kegiatan keagamaan, baik di masjid, lembaga pendidikan, maupun lingkungan masyarakat.

Isra Mikraj sendiri merupakan peristiwa perjalanan luar biasa yang dialami Nabi Muhammad saw dalam satu malam. Perjalanan ini diawali dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), lalu dilanjutkan dengan perjalanan menuju Sidratul Muntaha (Mikraj). Peristiwa agung ini diabadikan langsung dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah Swt:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (QS. Al-Isra: 1).

Ayat ini menegaskan bahwa Isra Mikraj merupakan mukjizat yang terjadi atas kehendak Allah Swt, sekaligus menjadi bukti kebesaran-Nya yang melampaui batas ruang dan waktu manusia.

Salah satu peristiwa terpenting dalam Isra Mikraj adalah diterimanya perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah Swt. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa perintah salat pada awalnya berjumlah lima puluh waktu, kemudian diringankan menjadi lima waktu, namun dengan pahala yang tetap sama. Rasulullah saw bersabda:

“Itu adalah lima waktu, dan ia tetap bernilai lima puluh. Keputusan-Ku tidak akan diubah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa besar kedudukan salat dalam Islam. Salat bukan sekadar ibadah rutin, melainkan fondasi utama kehidupan beragama dari seorang Muslim, dan menjadi pembeda antara keimanan dan kelalaian.

Karena itu, peringatan Isra Mikraj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga salat dalam kehidupan sehari-hari. Salat menjadi penghubung langsung antara seorang hamba dengan Allah Swt, sekaligus membentuk kesalehan pribadi yang tercermin dalam sikap, akhlak, dan perilaku sosial. Di Indonesia, peringatan Isra Mikraj umumnya diisi dengan pengajian, ceramah, dan refleksi spiritual yang bertujuan memperkuat pemahaman umat terhadap makna ibadah dan keteladanan Rasulullah saw.

Dengan demikian, Isra Mikraj 2026 di Indonesia diperingati pada Jumat, 16 Januari 2026, dan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Momentum ini diharapkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai waktu istirahat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperdalam makna ibadah, khususnya salat, yang menjadi inti dari peristiwa besar Isra Mikraj.

 

Author: Nurul Aisyah Rahmawati

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA