Aceh Tamiang, (1/1) – Pengurus YPI Al Azhar Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Bidang Dakwah dan Sosial melakukan kunjungan dua lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1), bertepatan dengan Tahun Baru 2026. Bencana yang terjadi pada November 2025 tersebut berdampak pada sejumlah desa dan memaksa warga untuk mengungsi.
Peninjauan dilakukan di Desa Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, serta Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka. Dalam kunjungan tersebut, pengurus YPI Al Azhar meninjau kondisi penyintas sekaligus lahan yang direncanakan untuk pembangunan RUSLI (Rumah Sehat Layak Huni) sebagai hunian sementara.
Di Desa Air Tenang, rombongan berdialog langsung dengan warga penerima manfaat yang hingga kini masih tinggal di tenda darurat. Selain itu, pengurus juga meninjau progres renovasi musala darurat di lingkungan Dayah (Pesantren) Bustanul Karomah yang telah mencapai 75 persen.
Pimpinan Dayah Bustanul Karomah, Teungku Abu Abdullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan YPI Al Azhar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada YPI Al Azhar atas renovasi musala ini. Musala ini sangat dibutuhkan sebagai tempat ibadah dan belajar bagi santri serta warga sekitar,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka. Di lokasi ini dilakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas MCK yang progres pengerjaannya telah mencapai 50 persen. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bandar Pusaka Cakra Agi, Datok (kepala desa) Desa Alur Jambu Dusuki Basri, serta Ketua Adat Alur Jambu Anwar.
Selain agenda pembangunan, YPI Al Azhar juga memberikan layanan pengobatan gratis bagi 47 warga terdampak. Bantuan lain yang disalurkan meliputi 65 unit kasur dan bantal, 25 ember, paket hygiene kit, serta 230 paket makanan siap saji.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang yang masih berlangsung, yang melibatkan berbagai pihak mulai dari lembaga sosial, pemerintah setempat, hingga partisipasi masyarakat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.