Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah: Makna, Adab, serta Waktu Membacanya

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah: Makna, Adab, serta Waktu Membacanya


Risdawati
15/06/2026
184 VIEWS
SHARE

Bagi seorang Muslim, doa merupakan bagian penting dalam kehidupan. Berbagai aktivitas dianjurkan untuk diawali dan diakhiri dengan doa, termasuk saat menyambut pergantian tahun Hijriah. Membaca doa akhir tahun dan awal tahun menjadi salah satu bentuk syukur kepada Allah Swt atas nikmat yang telah diberikan, sekaligus sarana muhasabah dan memohon keberkahan untuk tahun yang akan datang.

Lalu, apa makna doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah, kapan waktu membacanya, dan bagaimana adab yang dianjurkan? Berikut penjelasannya.

Makna Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Doa akhir tahun Hijriah dimaknai sebagai sarana muhasabah atau refleksi diri. Melalui doa ini, umat Islam diajak untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir, memohon ampun atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, serta berharap agar amal kebaikan diterima oleh Allah Swt.

Sementara itu, doa awal tahun berisi permohonan bimbingan, keselamatan, dan kekuatan iman kepada Allah Swt agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Dengan mengamalkannya, umat Islam diharapkan memiliki semangat untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Doa akhir dan awal tahun Hijriah lazim dibaca oleh sebagian umat Islam saat pergantian tahun. Meski demikian, tidak terdapat dalil sahih yang secara khusus menyebutkan anjuran membaca kedua doa tersebut dari Rasulullah saw. Para ulama menjelaskan bahwa amalan ini termasuk tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat Muslim dan tidak diposisikan sebagai ibadah wajib maupun sunah khusus.

1. Doa Akhir Tahun 1447 H

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ، فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعْرَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Artinya: “Ya Tuhanku, aku memohon ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang—sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu—sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat—sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Ya Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah Kau membuatku putus asa, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

2. Doa Awal Tahun 1448 H

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

اَللّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ اْلقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَاءِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفٰى يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا ومولانا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَاصْحَابِهِ وَسَلَّم.

Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Adab Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Dalam Islam, berdoa memiliki adab yang dianjurkan agar dilakukan dengan penuh kesungguhan dan kerendahan hati. Adab-adab ini memang tidak bersifat wajib, tetapi dapat membantu seorang Muslim lebih khusyuk saat memanjatkan doa.

Beberapa adab yang dianjurkan antara lain:

1. Membaca dengan penuh keikhlasan

2. Berdoa dalam keadaan suci jika memungkinkan

3. Memusatkan perhatian dan menjaga kekhusyukan

4. Mengawali doa dengan pujian kepada Allah Swt dan salawat kepad Nabi Muhammad saw

5. Membaca doa secara pribadi maupun bersama-sama

Kapan Waktu yang Tepat Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun?

Dalam tradisi yang berkembang di kalangan umat Islam, doa akhir tahun biasanya dibaca pada penghujung bulan Zulhijah, yakni setelah salat Asar hingga sebelum masuk waktu Magrib pada malam 1 Muharam. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus penutup perjalanan selama satu tahun yang telah dilalui. Umumnya, doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali.

Adapun doa awal tahun lazim dibaca setelah salat Magrib pada malam 1 Muharam atau setelah tahun baru Hijriah dimulai. Doa ini berisi harapan agar Allah Swt memberikan keberkahan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru. Sebagaimana doa akhir tahun, doa awal tahun juga umumnya dibaca sebanyak tiga kali.

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai amalan ini, doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah tetap dapat dimaknai sebagai sarana berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Yang terpenting, pergantian tahun menjadi momentum untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah dari waktu ke waktu.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA