Hari Pendidikan Internasional: Menegaskan Peran Pemuda dalam Masa Depan Pendidikan

Hari Pendidikan Internasional: Menegaskan Peran Pemuda dalam Masa Depan Pendidikan


Nurul Aisyahra
24/01/2026
20 VIEWS
SHARE

Setiap tanggal 24 Januari, dunia memperingati Hari Pendidikan Internasional sebagai momentum global untuk menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap manusia. Pada tahun 2026, peringatan ini kembali menjadi pengingat penting bahwa pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, melainkan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang adil, damai, dan berkelanjutan. Di tengah perubahan sosial dan teknologi yang begitu cepat, pendidikan memegang peran strategis dalam menentukan arah masa depan generasi dunia.

Hari Pendidikan Internasional ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi Majelis Umum pada 3 Desember 2018. Penetapan ini dilandasi kesadaran global bahwa tanpa pendidikan yang inklusif dan berkualitas, berbagai persoalan kemiskinan, ketimpangan, dan konflik akan sulit diatasi. Pendidikan dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas global.

Pada tahun 2026, Hari Pendidikan Internasional mengusung tema “The Power of Youth in Co-creating Education” atau “Kekuatan Pemuda dalam Menciptakan Pendidikan Bersama.” Tema ini menekankan bahwa generasi muda tidak lagi dapat diposisikan hanya sebagai penerima pendidikan, tetapi juga sebagai subjek aktif yang terlibat dalam merancang, mengembangkan, dan memperbaiki sistem pendidikan. Pemuda dipandang memiliki perspektif segar, kreativitas, serta keberanian untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan tantangan zaman.

PBB menegaskan bahwa keterlibatan pemuda menjadi sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan global yang masih dihadapi hingga kini. Kesenjangan akses pendidikan, perbedaan kualitas pembelajaran, serta keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi persoalan di banyak negara, termasuk di wilayah berkembang. Dalam konteks ini, gagasan, aspirasi, dan inovasi dari generasi muda diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Tema Hari Pendidikan Internasional 2026 juga selaras dengan realitas pendidikan di era digital. Pemuda dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola belajar. Mereka berperan penting dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara positif, inklusif, dan beretika di dunia pendidikan. Kehadiran teknologi seharusnya menjadi jembatan untuk memperluas akses pembelajaran, bukan justru memperlebar kesenjangan antara mereka yang memiliki fasilitas dan yang tidak.

Di Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Internasional menjadi momen refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan peserta didik diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Keterlibatan aktif generasi muda menjadi kekuatan utama untuk mendorong pendidikan yang lebih merata, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masa depan bangsa.

Lebih dari sekadar peringatan simbolik, Hari Pendidikan Internasional 2026 mengajak masyarakat dunia untuk menegaskan kembali komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan kesadaran sosial, serta menyiapkan generasi yang mampu bekerja sama membangun masa depan. Dengan keterlibatan pemuda dan kolaborasi semua pihak, pendidikan diharapkan benar-benar menjadi jalan menuju dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Perasaan kamu tentang artikel ini?

BACA JUGA